Presiden RI Prabowo Subianto membicarakan pembentukan Satgas Darurat Jembatan sebagai respons atas keluhan anak-anak di desa yang harus menyeberangi sungai tanpa jembatan layak. Prabowo menyoroti kesulitan anak-anak dalam mengenyam pendidikan meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia menunjukkan tren positif. Dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia, Prabowo mengumumkan pembentukan Satgas Darurat Jembatan Sungai yang melibatkan berbagai unsur termasuk universitas, TNI, Polri, dan komunitas konstruksi. Upaya ini dilakukan untuk merancang dan membangun jembatan penyeberangan bagi masyarakat tanpa terhambat oleh birokrasi. Prabowo menekankan pentingnya eksekusi cepat dalam menyelesaikan masalah mendasar rakyat, terutama kelompok rentan, tanpa menunda-nunda. Seluruh pemangku kepentingan diajak untuk bersatu demi mengatasi kesulitan rakyat dan menuju Indonesia Emas.

