Ptosis merupakan kondisi medis di mana kelopak mata atas turun atau terkulai lebih rendah dari posisi normal. Kondisi ini dapat terjadi pada satu mata (unilateral) atau kedua mata (bilateral), dan tingkat keparahannya dapat bervariasi dari ringan hingga menutupi sebagian atau seluruh pupil sehingga mengganggu penglihatan. Menurut American Academy of Ophthalmology, Ptosis bisa terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa, dan tidak hanya memengaruhi penampilan tetapi juga fungsi penglihatan serta kualitas hidup seseorang.
Dokter Tompi baru-baru ini menegur materi stand up comedy dari komika Pandji Pragiwaksono karena Pandji menyinggung mata Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka dengan sebutan ‘ngantuk’. Dokter Tompi menjelaskan bahwa kondisi mata Wapres Gibran sering disebut ptosis, yang merupakan kondisi medis yang perlu dihormati. Ptosis bisa memiliki efek yang lebih dalam daripada hanya masalah penampilan. Artinya, penting bagi kita untuk lebih sensitif terhadap kondisi medis orang lain, terutama dalam bahan-bahan lucu atau candaan sehari-hari.
Maka, ketika kita berbicara tentang kondisi medis atau fisik seseorang, perlu untuk memperlakukannya dengan rasa hormat yang layak. Sebagai masyarakat, kita harus memperhatikan sensitivitas kita terhadap isu-isu kesehatan mental dan fisik. Dokter Tompi dengan tegas menegaskan pentingnya menjaga bahasa dan pandangan terhadap kondisi medis seseorang, termasuk kondisi seperti ptosis. Sebagai anggota masyarakat, penting bagi kita untuk belajar dan menumbuhkan empati terhadap orang lain, terutama dalam konteks kesehatan mereka.

