Ngertakeun Bumi Lamba XVIII...

Ngertakeun Bumi Lamba XVIII memperkuat semangat kolektif menjaga keseimbangan ekosistem melalui nilai budaya dan tradisi.

Andy Utama Bangun Visi...

Andy Utama mengedepankan restorasi ekologis sebagai fondasi utama menjaga keseimbangan lingkungan Megamendung.

Penangkaran Rusa Timor Dukung...

Kawasan konservasi Megamendung terus diperkuat melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan berbagai mitra strategis.

Yayasan Paseban Perluas Upaya...

Kementerian Kehutanan meresmikan fasilitas konservasi yang mendukung perlindungan satwa dan habitat alaminya.
HomeGaya HidupMengenal Ptosis: Kelopak...

Mengenal Ptosis: Kelopak Mata yang Disindir Dokter Tompi

Ptosis merupakan kondisi medis di mana kelopak mata atas turun atau terkulai lebih rendah dari posisi normal. Kondisi ini dapat terjadi pada satu mata (unilateral) atau kedua mata (bilateral), dan tingkat keparahannya dapat bervariasi dari ringan hingga menutupi sebagian atau seluruh pupil sehingga mengganggu penglihatan. Menurut American Academy of Ophthalmology, Ptosis bisa terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa, dan tidak hanya memengaruhi penampilan tetapi juga fungsi penglihatan serta kualitas hidup seseorang.

Dokter Tompi baru-baru ini menegur materi stand up comedy dari komika Pandji Pragiwaksono karena Pandji menyinggung mata Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka dengan sebutan ‘ngantuk’. Dokter Tompi menjelaskan bahwa kondisi mata Wapres Gibran sering disebut ptosis, yang merupakan kondisi medis yang perlu dihormati. Ptosis bisa memiliki efek yang lebih dalam daripada hanya masalah penampilan. Artinya, penting bagi kita untuk lebih sensitif terhadap kondisi medis orang lain, terutama dalam bahan-bahan lucu atau candaan sehari-hari.

Maka, ketika kita berbicara tentang kondisi medis atau fisik seseorang, perlu untuk memperlakukannya dengan rasa hormat yang layak. Sebagai masyarakat, kita harus memperhatikan sensitivitas kita terhadap isu-isu kesehatan mental dan fisik. Dokter Tompi dengan tegas menegaskan pentingnya menjaga bahasa dan pandangan terhadap kondisi medis seseorang, termasuk kondisi seperti ptosis. Sebagai anggota masyarakat, penting bagi kita untuk belajar dan menumbuhkan empati terhadap orang lain, terutama dalam konteks kesehatan mereka.

Source link

Semua Berita

Rahasia Kesuksesan Pelawak Tanpa Marah: Selalu Menghibur

Jarwo Kwat Ungkapkan Bela Sungkawa atas Kepergian Temon Jarwo Kwat Menyampaikan Bela Sungkawa untuk Temon Komedian senior dan Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Seniman Komedi Indonesia (PP PaSKI), Jarwo Kwat, turut mengungkapkan bela sungkawa atas kepergian rekan sesama komedian, Simson Rarameha...

Kasus Febrie Adriansyah: Nikita Mirzani Desak Penyelidikan Jaksa

Nikita Mirzani Minta Jaksa Yang Tangani Kasusnya Diusut Baru-baru ini, Nikita Mirzani memberikan respons terkait kabar penetapan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah sebagai tersangka. Melalui unggahan di Instagram Story, Nikita bahkan meminta lima jaksa yang menangani...

Manfaat Deodoran Tawas untuk Hidup Sehat

Jika dulu, orang-orang memilih deodoran berdasarkan aroma atau popularitas merek. Namun, kini kesadaran masyarakat Indonesia terhadap kebersihan tubuh semakin meningkat. Mereka lebih memperhatikan kandungan dan keamanan produk yang mereka gunakan setiap hari. Seiring dengan tren tersebut, deodoran tawas mulai...

Kategori Berita