Ngertakeun Bumi Lamba XVIII...

Ngertakeun Bumi Lamba XVIII memperkuat semangat kolektif menjaga keseimbangan ekosistem melalui nilai budaya dan tradisi.

Andy Utama Bangun Visi...

Andy Utama mengedepankan restorasi ekologis sebagai fondasi utama menjaga keseimbangan lingkungan Megamendung.

Penangkaran Rusa Timor Dukung...

Kawasan konservasi Megamendung terus diperkuat melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan berbagai mitra strategis.

Yayasan Paseban Perluas Upaya...

Kementerian Kehutanan meresmikan fasilitas konservasi yang mendukung perlindungan satwa dan habitat alaminya.
HomeBeritaOligarki Tambang, Kapitalisme...

Oligarki Tambang, Kapitalisme Liberal, dan Ketimpangan: Analisis Mendalam

Kritik terhadap arah demokrasi Indonesia semakin meningkat, tidak hanya dalam wacana tetapi juga dalam indikator ketimpangan ekonomi yang berkembang. Hal ini terbukti dengan semakin terkonsentrasinya kekayaan, aset, dan sumber daya alam pada sejumlah kelompok usaha besar, menimbulkan kekhawatiran terhadap demokrasi politik yang sudah kehilangan kekuatan koreksi terhadap dominasi korporasi.

Menurut MHD Sanusi, Indonesia sedang menuju ke arah negara korporasi di mana kebijakan publik lebih dipengaruhi oleh kepentingan modal daripada mandat konstitusi. Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 yang seharusnya memastikan kekayaan alam dikuasai oleh negara untuk kemakmuran rakyat, justru terbukti hanya menjadi formalitas belaka dengan konsentrasi penguasaan sumber daya alam pada kelompok elite ekonomi.

Ketimpangan ekonomi yang terjadi di Indonesia merupakan akibat dari model pembangunan berbasis kapitalisme liberal, di mana distribusi pendapatan dan kekayaan nasional masih jauh dari merata. Penguasaan konsesi sumber daya alam menjadi salah satu cerminan terbesar dari ketidakseimbangan ini, dengan peran negara yang terus melemah dalam sektor pertambangan, perkebunan, dan kehutanan.

Menurut Sanusi, apabila arah ini tidak segera dikoreksi, Indonesia dapat terjebak dalam demokrasi oligarkis di mana kekuasaan politik dan ekonomi hanya dimiliki oleh segelintir kelompok. Korporasi akan terus mengatur arah pembangunan tanpa memperhatikan keadilan sosial dan ekonomi yang seharusnya diwujudkan oleh demokrasi. Oleh karena itu, penting bagi negara untuk kembali melaksanakan kedaulatannya atas sumber daya alam demi kesejahteraan rakyat.

Source link

Semua Berita

Polri dan Petani: Mengukir Ketahanan Bangsa

Di tengah harapan besar untuk menjaga ketahanan pangan negeri, langkah kecil penuh makna kembali ditorehkan di Sabak Auh, Siak. Bukan sekadar mengantarkan hasil panen, namun menjadi simbol kepedulian dan kehadiran Polri dalam mendampingi masyarakat memperkuat pondasi pangan bangsa. Jajaran Polsek...

Transformasi Digital BUMDes di Kempas Jaya: Dorong Ketahanan Pangan

Transformasi Digital BUMDes untuk Ketahanan Pangan di Kempas Pada Rabu, 15 Juli 2026, Tim Peneliti Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Indragiri (UNISI) mengadakan Focus Group Discussion (FGD) di Kempas Jaya, Kecamatan Kempas. Acara ini bertujuan untuk mewujudkan kemandirian ekonomi...

Polsek KSKP Tembilahan Tinjau Perkembangan Jagung dalam Mendukung Ketahanan Pangan Nasional

Polsek Kawasan Pelabuhan Tembilahan Melakukan Peninjauan Perkembangan Tanaman Jagung Pada Selasa, 14 Juli 2026, Polsek Kawasan Pelabuhan (KSKP) Tembilahan melaksanakan kegiatan peninjauan perkembangan tanaman jagung dan pembersihan lahan. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk dukungan terhadap program Asta Cita Presiden Republik...

Kategori Berita