Di tengah pesatnya pertumbuhan industri bakery di Jakarta, Carpenter’s Bakehouse telah resmi dibuka dengan pendekatan yang berfokus pada esensi proses yang presisi, standar ketat, dan penerapan teknik viennoiserie klasik Prancis. Pendiri Carpenter’s Bakehouse, Alex Sutanto, memiliki latar belakang yang kuat setelah mengawali karier profesionalnya di dapur fine dining Amerika Serikat, termasuk The French Laundry dan Bouchon. Dengan pengalaman tersebut, Alex menjadikan presisi, disiplin, dan konsistensi sebagai fondasi utama dalam setiap proses produksi.
Sebelum membuka Carpenter’s Bakehouse, Alex terlebih dahulu mengembangkan 49rs Bakery sebagai tempat riset. Di situlah ia melakukan pengujian terhadap berbagai jenis tepung, metode fermentasi, dan teknik laminasi. Proses eksplorasi inilah yang kemudian menjadi dasar operasional Carpenter’s Bakehouse, dengan tujuan mendekati standar klasik yang ia pelajari di dapur profesional.
Di Carpenter’s Bakehouse, croissant menjadi tolok ukur utama kualitas. Croissant bukan hanya dipilih karena popularitasnya, tetapi juga karena mencerminkan ketepatan teknik secara menyeluruh, mulai dari struktur lapisan, keseimbangan rasa, hingga tekstur akhir. Alex Sutanto menyatakan, “Bagi saya, croissant yang baik bukanlah hanya dari isian atau tampilan, melainkan dari struktur, keseimbangan, dan rasa. Itulah standar yang kami jaga dan tingkatkan di Carpenter’s.” Produk-produk seperti Butter Croissant, Pain au Chocolat, Cheese Roll Smoke Beef & Cheese, dan Almond Croissant diproduksi dengan proses terukur dan perhatian detail, mengikuti prinsip yang sama.

