Eko mengungkapkan pengalamannya yang mistis ketika bekerja sebagai project arsitek dan pengawas di Maluku. Bagi Eko, perjalanan kerja ke wilayah timur Indonesia ini membawa pengalaman yang luar biasa dimana ia merasakan dunia lain yang selama ini hanya ia dengar lewat cerita-cerita. Sebelum berangkat ke Tobelo, Eko bermimpi tentang sosok berpakaian putih yang datang dengan salam dan menyambut kedatangannya. Meski awalnya dianggap sebagai mimpi biasa, sosok tersebut tiba-tiba muncul lagi ketika Eko tiba di bandara Tobelo.
Selama mengawasi proyek pembangunan pabrik di kawasan hutan, Eko merasakan atmosfer yang berbeda. Beberapa titik di sekitar proyek disebut sakral oleh warga setempat. Suatu sore, Eko merasa seolah masuk ke dimensi lain ketika tubuhnya kelelahan. Hutan yang sunyi berubah menjadi perkampungan dengan aktivitas sehari-hari layaknya desa. Namun kesadarannya kembali saat merasakan sakit yang hebat.
Ketika akan menuju area proyek, Eko merasa kakinya sangat berat dan disekelilingnya terlihat makhluk-makhluk kerdil bertelanjang dada yang seperti berusaha menariknya. Untungnya, setelah melewati batas tertentu, semua sosok itu menghilang. Warga setempat menjelaskan bahwa makhluk tersebut adalah bagian dari “bangsa moro”, penghuni alam lain yang hidup berdampingan dengan manusia.
Pengalaman tersebut membuat Eko semakin yakin bahwa alam memiliki aturan dan adabnya sendiri. Ketika manusia datang dengan rasa hormat, alam pun akan menjaga dengan caranya. Pengalaman mistis Eko ini menjadi pengingat bagi kita bahwa interaksi dengan alam sebaiknya dilakukan dengan penuh rasa hormat dan kehati-hatian.

