Jelang Idulfitri, aktivitas belanja masyarakat di kawasan Blok M, Jakarta terlihat meningkat signifikan. Pengunjung mulai berburu baju Lebaran dan mempersiapkan segala kebutuhan menyambut hari raya. Fenomena belanja Ramadan dianggap sebagai tradisi tahunan, namun sebenarnya lebih kompleks dengan dipengaruhi oleh faktor sosial, ekonomi, dan psikologis. Peningkatan konsumsi selama Ramadan tercermin dari data industri ritel, seperti peningkatan belanja fesyen, produk supermarket, elektronik, dan perlengkapan rumah tangga. THR juga menjadi faktor utama dalam mendorong lonjakan belanja menjelang Lebaran, dengan mental accounting dan self-reward behavior menjadi faktor psikologis yang berkontribusi. Ramadan bukan hanya momen spiritual tetapi juga menjadi periode dengan aktivitas konsumsi tertinggi dalam setahun. Dengan adanya THR dan faktor psikologis, aktivitas belanja masyarakat cenderung meningkat setiap tahunnya menjelang Lebaran.

