Kapolri Serahkan Bantuan Peralatan Karhutla di Riau
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turun langsung mengecek kesiapsiagaan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung beberapa bulan ke depan.
Sinergi Lintas Sektor sebagai Kunci Utama
Dalam kunjungannya, Kapolri menyerahkan bantuan peralatan penanggulangan karhutla kepada Polda Riau untuk memperkuat kesiapan personel di lapangan. Ia menegaskan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman karhutla di Provinsi Riau.
Menurut data yang dipaparkan, terdapat sekitar 15 ribu hotspot yang terdeteksi, dengan 329 titik api yang membutuhkan penanganan. Luas lahan terdampak diperkirakan mencapai sekitar 15 ribu hektare. Kondisi karhutla di Riau memiliki karakteristik yang berbeda dan diperparah dengan prediksi fenomena El Niño yang berpotensi membuat cuaca semakin kering.
Peran Masyarakat dalam Pencegahan Karhutla
Selain kesiapan personel, edukasi kepada masyarakat juga menjadi perhatian utama. Kapolri mengimbau agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar atau membuang puntung rokok sembarangan yang dapat memicu kebakaran di tengah kondisi cuaca kering.
Pemerintah pun menyerahkan sejumlah bantuan peralatan kepada Polda Riau, seperti air breathing apparatus, perangkat komunikasi, kendaraan roda dua, alat berat, dan peralatan pengeboran sumur untuk mendukung upaya pemadaman karhutla.
Kapolri menekankan pentingnya menjaga kolaborasi antara seluruh unsur pemerintah, TNI-Polri, dunia usaha, dan masyarakat dalam mencegah karhutla. Keberhasilan pengendalian kebakaran hutan tidak hanya bergantung pada kekuatan personel, tetapi juga pada kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan.
Setelah kegiatan di SPN Polda Riau, Kapolri melanjutkan kunjungan kerja menuju pabrik pupuk PT Bursatani Futura Andyta melalui jalur darat.

