Kericuhan di Gedung DPRD Riau Memantik Sorotan, PW-IWO Desak Pengusutan Tanpa Kompromi
Pekanbaru – Insiden kericuhan yang terjadi di Gedung DPRD Provinsi Riau saat rapat Badan Anggaran (Banggar) bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) pada Kamis (16/7/2026) mengundang perhatian. Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (PW-IWO) Provinsi Riau, Muridi Susandi, mengecam kejadian tersebut dan mendesak agar penyelidikan dilakukan secara transparan.
Permintaan Pengusutan Terbuka
Muridi mengecam keras keributan yang terjadi di lembaga legislatif tersebut, tempat dimana seharusnya etika, komunikasi politik, dan penyelesaian perbedaan dijaga dengan baik. Ia menekankan bahwa Gedung DPRD seharusnya menjadi contoh dalam menjalankan nilai-nilai demokrasi.
“Gedung DPRD adalah rumah rakyat, bukan tempat pertunjukan tindakan yang tidak demokratis. Kami meminta agar insiden ini diusut dengan tuntas,” tegas Muridi.
Panggilan untuk Pemeriksaan
Muridi juga meminta Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Riau untuk segera memanggil pihak-pihak terkait guna melakukan pemeriksaan internal terkait akar persoalan yang menyebabkan kericuhan. Selain itu, ia mendesak Polda Riau untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut jika terdapat dugaan pelanggaran hukum dalam peristiwa tersebut.
“Peristiwa ini harus diusut secara profesional, transparan, dan objektif. Masyarakat berhak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di kediaman rakyat,” ujarnya.
Kericuhan terjadi saat rapat Banggar DPRD Provinsi Riau bersama TAPD Pemerintah Provinsi Riau berlangsung di Ruang Medium DPRD Riau, Pekanbaru. Video yang merekam kejadian tersebut menunjukkan adanya ketegangan, saling dorong, dan dugaan adu fisik antara beberapa individu.
Informasi awal menyebutkan bahwa perselisihan antara Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau, Pariaman Ihwan, dengan Ketua Komisi V DPRD Provinsi Riau, Indra Gunawan Eet, menjadi pemicunya.
Kejadian ini menjadi peringatan bagi seluruh pihak untuk menjaga kehormatan lembaga publik dan menyelesaikan konflik secara proporsional sesuai aturan yang berlaku.

