Ngertakeun Bumi Lamba XVIII...

Ngertakeun Bumi Lamba XVIII memperkuat semangat kolektif menjaga keseimbangan ekosistem melalui nilai budaya dan tradisi.

Andy Utama Bangun Visi...

Andy Utama mengedepankan restorasi ekologis sebagai fondasi utama menjaga keseimbangan lingkungan Megamendung.

Penangkaran Rusa Timor Dukung...

Kawasan konservasi Megamendung terus diperkuat melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan berbagai mitra strategis.

Yayasan Paseban Perluas Upaya...

Kementerian Kehutanan meresmikan fasilitas konservasi yang mendukung perlindungan satwa dan habitat alaminya.
HomeBeritaAutopsi Dokter PPDS...

Autopsi Dokter PPDS Tengku Rafian Siak: Penyebab Kematian

Polda Riau Ungkap Hasil Autopsi Dokter Spesialis Anestesi yang Meninggal di Siak

Sebuah kejadian tragis terjadi di Siak, di mana seorang dokter spesialis anestesi, Alex Cristo Loris (30), ditemukan meninggal dunia di semak-semak di samping RSUD Tengku Rafian. Kasus ini kemudian ditangani oleh Polda Riau melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) untuk melakukan autopsi terhadap jenazah korban.

Autopsi Mengungkap Temuan Mengejutkan

Hasil autopsi sementara menunjukkan bahwa korban mengalami kondisi pembusukan awal dengan adanya luka berbentuk titik dan pembengkakan pada punggung tangan kiri. Selain itu, terdapat juga memar pada kepala korban yang diduga akibat kekerasan benda tumpul. Meskipun demikian, penyebab pasti kematian korban belum dapat disimpulkan hingga saat ini, sehingga tim forensik masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari laboratorium forensik.

Tim autopsi, yang terdiri dari dokter forensik Biddokkes Polda Riau dan Fakultas Kedokteran Universitas Riau, menemukan sejumlah tanda-tanda pada tubuh korban. Dengan adanya luka dan memar yang ditemukan, tim forensik berusaha untuk mengungkap kebenaran di balik kematian dokter muda tersebut.

Pemeriksaan Laboratorium Menjadi Kunci Utama

Untuk mengetahui penyebab kematian secara pasti, tim forensik telah melakukan pengambilan sampel urin, darah, dan sebagian organ dalam korban guna dilakukan pemeriksaan histopatologi dan toksikologi forensik. Hasil uji laboratorium diperkirakan akan membutuhkan waktu sekitar dua pekan untuk keluar dan menjadi dasar penyidik dalam menentukan penyebab kematian yang sebenarnya.

Biddokkes Polda Riau bersama Laboratorium Forensik bekerja sama erat untuk memastikan bahwa penyebab pasti kematian dokter spesialis anestesi tersebut bisa terungkap secara jelas. Dengan demikian, masyarakat dihimbau untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil pemeriksaan lengkap dari tim forensik yang terlibat dalam kasus ini.

Source link

Semua Berita

Sinergi Pusat dan Daerah: Bupati Bengkalis di Rakornas Forkopimda Batam

Bupati Bengkalis Hadiri Rakornas Forkopimda di Batam Bengkalis, Nusaperdana.com - Bupati Bengkalis, Hj. Kasmarni, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama jajaran Pemerintah Pusat serta Gubernur, Bupati, dan Wali Kota se-Sumatera. Rakornas tersebut dihadiri langsung Menteri...

Polda Riau Juara Umum, Unggul di Enam Kategori Ketahanan Pangan

Polda Riau Sabet Juara Umum Ketahanan Pangan Polri Tahun 2026 Prestasi gemilang kembali diraih oleh Polda Riau di tingkat nasional. Polda Riau berhasil meraih Juara Umum Klaster 3 dalam penilaian Program Ketahanan Pangan Polri Tahun 2026 setelah meraih prestasi dalam...

Kapolda Riau Resmikan Breeding Area Gajah Sumatera di PLG Minas

Komitmen Penguatan Perlindungan Gajah Sumatera di Riau Polda Riau bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau telah meresmikan Breeding Area Gajah Sumatera di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Minas, Kabupaten Siak. Peresmian ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting,...

Kategori Berita