Dugaan Tindak Kriminal di Balik Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V: Kasus Pelecehan hingga Pengeroyokan di Atas Kapal
Jakarta Raya – Fasilitas mewah yang ditawarkan oleh KM Dharma Kartika V, kapal penumpang andalan untuk rute Surabaya – Lembar – Waingapu – Kupang, kini menjadi sorotan publik karena adanya dugaan tindak kriminal yang terjadi selama pelayaran menuju Kupang. Bukan masalah cuaca buruk atau gangguan teknis, melainkan keamanan penumpang yang tengah dipertanyakan.
Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Penumpang di Bawah Umur
Sedikitnya ada tiga kasus dugaan tindak pidana yang dilaporkan ke Polda Nusa Tenggara Timur (NTT). Mulai dari pelecehan seksual terhadap penumpang di bawah umur, pengeroyokan terhadap seorang pelajar, hingga pencurian handphone milik penumpang. Semua kasus tersebut terjadi dalam satu waktu dan masih dalam proses penyelidikan polisi.
Berdasarkan laporan, korban pelecehan seksual adalah seorang remaja berusia 17 tahun yang diduga mengalami tindakan tidak senonoh berulang kali oleh seorang terlapor di atas kapal. Kejadian tersebut dilaporkan saat kapal berada di perairan Sumba Timur dan telah ditindaklanjuti oleh pihak berwajib.
Pelajar Jadi Korban Pengeroyokan dan Dikurung di Karantina
Dilaporkan juga adanya kasus pengeroyokan terhadap seorang pelajar berusia 17 tahun di dalam kapal selama pelayaran. Korban mengalami luka memar dan nyeri akibat serangan beberapa orang di atas kapal. Setelah kejadian tersebut, korban disebut dibawa oleh petugas keamanan ke ruang karantina dan diborgol hingga kapal bersandar di Pelabuhan Tenau.
Dugaan Pencurian Handphone Selama Pelayaran
Kasus ketiga yang dilaporkan adalah dugaan pencurian handphone milik seorang penumpang yang tengah mengisi daya di fasilitas kapal. Korban kehilangan handphone-nya tanpa mendapatkan respons yang memadai dari petugas kapal. Masyarakat menuntut kejelasan dari pihak berwajib terkait serangkaian kejadian ini.
Polda NTT telah menerima laporan atas semua dugaan tindak kriminal di KM Dharma Kartika V. PT Dharma Lautan Utama, selaku operator kapal, belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi kejadian. Proses penyelidikan masih berlangsung.

