Ngertakeun Bumi Lamba XVIII...

Ngertakeun Bumi Lamba XVIII memperkuat semangat kolektif menjaga keseimbangan ekosistem melalui nilai budaya dan tradisi.

Andy Utama Bangun Visi...

Andy Utama mengedepankan restorasi ekologis sebagai fondasi utama menjaga keseimbangan lingkungan Megamendung.

Penangkaran Rusa Timor Dukung...

Kawasan konservasi Megamendung terus diperkuat melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan berbagai mitra strategis.

Yayasan Paseban Perluas Upaya...

Kementerian Kehutanan meresmikan fasilitas konservasi yang mendukung perlindungan satwa dan habitat alaminya.
HomeBeritaSinergi Polres Inhil,...

Sinergi Polres Inhil, Pemkab Inhil, dan BKSDA Riau Tangani Kera Liar

Polres Indragiri Hilir dan BKSDA Riau Perkuat Sinergi Tangani Gangguan Kera Liar

Polres Indragiri Hilir bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Riau menggelar rapat koordinasi dan pengumpulan data terkait penanganan gangguan satwa liar kera ekor panjang di Kecamatan Tembilahan. Rapat ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk Kapolres Inhil, perwakilan BKSDA Provinsi Riau, dan unsur TNI serta pemerintah daerah setempat.

Situasi Gangguan Satwa Liar di Kecamatan Tembilahan

Sejak 23 Juli hingga 5 Agustus 2026, tercatat bahwa telah terjadi 18 kasus penyerangan kera ekor panjang terhadap masyarakat di Kecamatan Tembilahan dan Tembilahan Hilir. Banyak korban mengalami luka akibat serangan tersebut, sehingga perawatan medis pun diperlukan. Serangan ini terjadi secara acak dan rentan terjadi pada berbagai waktu, mulai dari pagi hingga sore hari.

Karena intensitas serangan yang semakin meningkat dan mengancam keselamatan warga, berbagai langkah penanganan telah dilakukan oleh Polres Indragiri Hilir, TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait. Mulai dari patroli, penyisiran lokasi, hingga koordinasi lintas sektor telah dilakukan untuk mengatasi masalah ini.

Langkah Antisipasi dan Koordinasi Seluruh Pihak

Untuk mengantisipasi serangan lebih lanjut, pemerintah kecamatan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Selain itu, kegiatan belajar mengajar di sekitar lokasi terdampak sementara diliburkan untuk mengurangi risiko terhadap anak-anak. Ciri-ciri kera yang diduga sebagai pelaku serangan pun disampaikan untuk memberikan informasi kepada masyarakat.

Dalam kesepakatan hasil rapat, BKSDA Provinsi Riau akan memimpin proses identifikasi, pemasangan perangkap, dan evakuasi kera. Sementara Polres Inhil bersama TNI dan instansi terkait tetap fokus pada pengamanan dan penyisiran untuk mencegah bertambahnya korban. Dengan kerjasama dari berbagai pihak, diharapkan penangkapan kera dapat segera dilakukan untuk mengembalikan situasi keamanan dan aktivitas masyarakat di Kecamatan Tembilahan kembali normal.

Source link

Semua Berita

Sinergi Pusat dan Daerah: Bupati Bengkalis di Rakornas Forkopimda Batam

Bupati Bengkalis Hadiri Rakornas Forkopimda di Batam Bengkalis, Nusaperdana.com - Bupati Bengkalis, Hj. Kasmarni, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama jajaran Pemerintah Pusat serta Gubernur, Bupati, dan Wali Kota se-Sumatera. Rakornas tersebut dihadiri langsung Menteri...

Polda Riau Juara Umum, Unggul di Enam Kategori Ketahanan Pangan

Polda Riau Sabet Juara Umum Ketahanan Pangan Polri Tahun 2026 Prestasi gemilang kembali diraih oleh Polda Riau di tingkat nasional. Polda Riau berhasil meraih Juara Umum Klaster 3 dalam penilaian Program Ketahanan Pangan Polri Tahun 2026 setelah meraih prestasi dalam...

Kapolda Riau Resmikan Breeding Area Gajah Sumatera di PLG Minas

Komitmen Penguatan Perlindungan Gajah Sumatera di Riau Polda Riau bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau telah meresmikan Breeding Area Gajah Sumatera di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Minas, Kabupaten Siak. Peresmian ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting,...

Kategori Berita