Polres Indragiri Hilir dan BKSDA Riau Perkuat Sinergi Tangani Gangguan Kera Liar
Polres Indragiri Hilir bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Riau menggelar rapat koordinasi dan pengumpulan data terkait penanganan gangguan satwa liar kera ekor panjang di Kecamatan Tembilahan. Rapat ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk Kapolres Inhil, perwakilan BKSDA Provinsi Riau, dan unsur TNI serta pemerintah daerah setempat.
Situasi Gangguan Satwa Liar di Kecamatan Tembilahan
Sejak 23 Juli hingga 5 Agustus 2026, tercatat bahwa telah terjadi 18 kasus penyerangan kera ekor panjang terhadap masyarakat di Kecamatan Tembilahan dan Tembilahan Hilir. Banyak korban mengalami luka akibat serangan tersebut, sehingga perawatan medis pun diperlukan. Serangan ini terjadi secara acak dan rentan terjadi pada berbagai waktu, mulai dari pagi hingga sore hari.
Karena intensitas serangan yang semakin meningkat dan mengancam keselamatan warga, berbagai langkah penanganan telah dilakukan oleh Polres Indragiri Hilir, TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait. Mulai dari patroli, penyisiran lokasi, hingga koordinasi lintas sektor telah dilakukan untuk mengatasi masalah ini.
Langkah Antisipasi dan Koordinasi Seluruh Pihak
Untuk mengantisipasi serangan lebih lanjut, pemerintah kecamatan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Selain itu, kegiatan belajar mengajar di sekitar lokasi terdampak sementara diliburkan untuk mengurangi risiko terhadap anak-anak. Ciri-ciri kera yang diduga sebagai pelaku serangan pun disampaikan untuk memberikan informasi kepada masyarakat.
Dalam kesepakatan hasil rapat, BKSDA Provinsi Riau akan memimpin proses identifikasi, pemasangan perangkap, dan evakuasi kera. Sementara Polres Inhil bersama TNI dan instansi terkait tetap fokus pada pengamanan dan penyisiran untuk mencegah bertambahnya korban. Dengan kerjasama dari berbagai pihak, diharapkan penangkapan kera dapat segera dilakukan untuk mengembalikan situasi keamanan dan aktivitas masyarakat di Kecamatan Tembilahan kembali normal.

