Kasus Mutilasi di Depok: Fakta Mencengangkan yang Terungkap dari Penyidikan
Pembunuhan yang disertai mutilasi di Depok yang menewaskan Kunaefi (51) terus menjadi sorotan publik. Pelaku yang diduga adalah Saepul alias Saepullah (26) saat ini tengah menjadi target penyelidikan polisi terkait motif di balik aksi keji tersebut.
Perkenalan Melalui Media Sosial
Dari hasil penyidikan sementara, diketahui bahwa hubungan antara pelaku dan korban dimulai dari perkenalan melalui media sosial. Keduanya kemudian bertemu di kontrakan Saepul di kawasan Cipayung, Kota Depok, pada 23 Juli 2026.
Benang Merah dari Komunikasi Digital
Polisi mengungkap bahwa Saepul dan Kunaefi sebelumnya berkenalan lewat media sosial sebelum memutuskan untuk bertemu langsung di kontrakan. Meski muncul berbagai spekulasi mengenai hubungan keduanya, polisi menegaskan bahwa pemeriksaan menyatakan keduanya hanya saling mengenal secara kaku.
Kepala Tim Khusus 2 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Ipda Breggy Yesaya Imanuel Sutijono, mengatakan bahwa hubungan Saepul dan Kunaefi tidak lebih dari sekadar kenal-kenalan.
Dari Ajakan untuk Berbincang Hingga Kekerasan Tragis
Sebelum peristiwa pembunuhan terjadi, Saepul mengundang Kunaefi ke kontrakannya dengan tujuan awalnya hanya ingin ditemani untuk berbincang. Namun, situasi berubah menjadi pertengkaran yang berujung pada kekerasan. Saepul mengklaim bahwa perselisihan terjadi setelah korban melakukan tindakan yang tidak diinginkannya dan akhirnya menyerang korban dengan pisau.
Polisi menduga korban mengalami luka tusukan di bagian perut dan leher yang menyebabkan kematian Kunaefi.
Demikianlah sejumlah fakta mencengangkan dari kasus mutilasi di Depok yang sedang ramai diperbincangkan. Penyidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap kebenaran di balik peristiwa tragis ini.

