Pusat Data dan Sistem...

Pusat data kini menjadi bagian dari infrastruktur strategis yang perlu dilindungi dalam sistem pertahanan negara.

Broto Wardoyo: Profesionalisme Militer...

Profesionalisme militer tidak identik dengan pembatasan seluruh aktivitas militer hanya pada operasi pertahanan konvensional.

Nezar Patria Dukung Penyebarluasan...

Nezar Patria menilai penyebarluasan data konservasi penting untuk memperkuat kesadaran publik terhadap lingkungan.

Konservasi Megamendung Didorong Melampaui...

Konservasi Megamendung didorong menjadi gerakan lintas generasi yang terus berkembang melalui dukungan Paseban Foundation.
HomeBeritaMengapa Negara Harus...

Mengapa Negara Harus Terlibat dalam Peningkatan Tata Niaga Petani

Harga Kelapa di Inhil Terus Melemah, Akademisi UNISI Tekankan Pentingnya Kehadiran Negara

Keberlangsungan harga kelapa yang terus mengalami penurunan di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kembali menjadi sorotan. Dampaknya tak hanya dirasakan oleh petani, namun juga masyarakat yang menggantungkan hidup pada komoditas tersebut. Hal ini memunculkan pertanyaan akan perlunya campur tangan pemerintah untuk menciptakan tata niaga yang lebih adil bagi para petani.

Akibat Pelemahan Harga Kelapa di Inhil

Ketua Program Studi Bisnis Digital Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Indragiri (UNISI), Bayu Fajar Susanto, SE., MM, menyoroti bahwa penurunan harga kelapa mencerminkan masalah struktural dalam rantai pasok dan pemasaran komoditas tersebut. Rantai distribusi yang panjang dan minimnya transparansi menjadi alasan lemahnya posisi petani dalam menawar harga.

“Kehadiran negara tidak boleh hanya terpaku pada pemberian bantuan sosial saat harga jatuh. Negara perlu melalui kebijakan yang dapat memperbaiki struktur pasar, mengawasi stok kelapa secara regional, dan menghadirkan regulasi yang mendukung petani,” ungkap Bayu.

Langkah Strategis yang Perlu Dilakukan

Bayu merumuskan minimal tiga langkah strategis yang harus segera diambil pemerintah. Pertama, penguatan kebijakan tata niaga dan pengelolaan stok kelapa untuk mencegah praktik monopoli dan oligopoli dalam penetapan harga. Kedua, percepatan digitalisasi rantai pasok kelapa untuk meningkatkan daya tawar petani melalui akses informasi yang lebih terbuka. Ketiga, dukungan dalam hilirisasi industri kelapa di Inhil untuk meningkatkan nilai tambah komoditas dan mengurangi ketergantungan terhadap penjualan kelapa bulat.

Potensi besar Inhil sebagai salah satu kawasan perkebunan kelapa terbesar di dunia harus diiringi dengan kebijakan yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani. Kehadiran negara dengan kebijakan yang pasti dan dukungan terhadap inovasi serta digitalisasi sektor pertanian diharapkan mampu mengakhiri siklus pelemahan harga yang selalu berulang setiap tahun.

Source link

Semua Berita

Pengedar Ganja Ditangkap di Biak Papua, Polisi Sita 1 Kg

Dua Pengedar Ganja Ditangkap di Pelabuhan Biak dengan 1 Kg Barang Bukti Pada Sabtu, 12 September 2026, Kapolres Biak Numfor AKBP Arjuna Wijaya mengumumkan penangkapan dua orang yang diduga sebagai penyelundup dan pengedar ganja di Pelabuhan Biak. Kedua tersangka tersebut...

Pusat Data dan Sistem Pembayaran Kini Menjadi Bagian dari Ketahanan Pertahanan

Pusat data kini menjadi bagian dari infrastruktur strategis yang perlu dilindungi dalam sistem pertahanan negara.

Wapres Gibran Minta Maaf: Jenguk Korban Keracunan MBG Karo

Wapres Gibran Raka Jenguk Siswa Korban Keracunan MBG di Karo Wapres Gibran Raka Jenguk Korban Keracunan MBG di Karo, Sumatra Utara Pada Jumat, 11 September 2026, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka mengunjungi siswa yang menjadi korban keracunan Makan Bergizi Gratis...

Kategori Berita