Pusat Data dan Sistem...

Pusat data kini menjadi bagian dari infrastruktur strategis yang perlu dilindungi dalam sistem pertahanan negara.

Broto Wardoyo: Profesionalisme Militer...

Profesionalisme militer tidak identik dengan pembatasan seluruh aktivitas militer hanya pada operasi pertahanan konvensional.

Nezar Patria Dukung Penyebarluasan...

Nezar Patria menilai penyebarluasan data konservasi penting untuk memperkuat kesadaran publik terhadap lingkungan.

Konservasi Megamendung Didorong Melampaui...

Konservasi Megamendung didorong menjadi gerakan lintas generasi yang terus berkembang melalui dukungan Paseban Foundation.
HomeBeritaBos BGN Wajibkan...

Bos BGN Wajibkan Kepala SPPG Hadir di Dapur Saat Memasak

Badan Gizi Nasional (BGN) mewajibkan kepala satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) berada di dapur selama proses memasak sajian Makan Bergizi Gratis (MBG). Aturan ini ditetapkan untuk memperketat pengawasan dan memastikan makanan yang dibagikan kepada penerima manfaat memenuhi standar keamanan pangan.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, kewajiban tersebut merupakan bagian dari perubahan tata kelola yang diterapkan lembaganya. Sebelumnya, kepala dapur tidak diwajibkan hadir selama jam memasak.

“Yang kita lakukan di BGN sekarang ini adalah mengimplementasikan cara-cara yang berbeda. Yang tadinya kepala dapur itu tidak ada kewajiban berada di dapur di jam masak, sekarang kita wajibkan,” kata Sudaryono kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 17 September 2026.

SPPG yang Melanggar Akan Ditertibkan

Sudaryono menegaskan, SPPG yang tidak mematuhi ketentuan tersebut akan ditertibkan. Menurut dia, pengawasan langsung dibutuhkan karena keamanan setiap menu MBG harus menjadi prioritas, mulai dari pemilihan bahan baku hingga proses pengolahan.

“Supaya aman bagaimana? SOP-nya harus dijalankan, masaknya harus benar, matangnya harus benar, sesuai kaidah-kaidah dengan benar, bahan bakunya harus sesuai, dan lain sebagainya,” ujarnya.

Ia mengakui penyelenggaraan MBG bukan pekerjaan sederhana. SPPG harus menyiapkan makanan untuk ribuan penerima manfaat sehingga pengelola menghadapi beban kerja yang besar. Karena itu, BGN juga menyiapkan langkah untuk mengantisipasi kejenuhan para pengelola SPPG.

Selain kehadiran kepala SPPG saat memasak, BGN menekankan pentingnya kondisi higienis di dapur. Sudaryono menyebut 1.200 SPPG yang belum memiliki sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS) telah ditutup.

“SLHS itu baru syarat dasar, belum lagi nanti dengan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Kami akan banyak menginduk cara-cara pangan yang aman yang itu ekspertisnya ada di BPOM,” kata Sudaryono.

BPOM Siapkan Anggaran Rp509 Miliar

Pengawasan keamanan pangan MBG juga akan diperkuat melalui keterlibatan BPOM. Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan, lembaganya mengalokasikan anggaran Rp509 miliar pada tahun anggaran 2027 untuk mengawasi keamanan pangan dalam program tersebut.

Ikrar menjelaskan, pengawasan itu mencakup langkah preventif, penelusuran, tindak lanjut perbaikan, serta surveilans. Rangkaian kegiatan tersebut ditujukan untuk memetakan daerah yang memiliki risiko dan mempercepat penanganan apabila ditemukan masalah.

“Di situ bisa terdata dari daerah-daerah mana yang rawan sehingga kita bisa telusuri. Harapan kita tidak terjadi kejadian luar biasa, yaitu keracunan makanan bagi anak-anak kita. Kalau terjadi, kita bisa cepat menelusuri untuk mitigasi supaya tidak terjadi lagi,” kata Ikrar.

Source link

Semua Berita

Hal Sepele, Siswa SMA di Garut Ditembak Senapan Angin

Polisi menangkap MH (19), tersangka penembakan seorang siswa SMA dengan senapan angin dalam acara pertemuan alumni sekolah di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Berdasarkan pemeriksaan awal, aksi tersebut dipicu perasaan tersinggung setelah MH merasa diabaikan dan tidak dihargai oleh orang-orang...

Lokasi Penemuan Mayat di Kendal Dipastikan Bukan Dapur MBG

Badan Gizi Nasional (BGN) membantah keterkaitan antara bangunan tempat ditemukannya jenazah di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, dan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). BGN menegaskan bangunan tersebut bukan gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun dapur MBG. Klarifikasi itu disampaikan...

Cerita Korban Investasi Emas, Rugi Miliaran Seret JC dan KL

Sebanyak 86 orang melaporkan dugaan penipuan investasi emas dan perak yang menyeret PT Divine Gems and Jewellery ke Bareskrim Polri pada Jumat (9/10/2026). Para pelapor memperkirakan total kerugian dalam perkara tersebut mencapai Rp25 miliar. Dalam laporan itu, tiga influencer...

Kategori Berita