Wednesday, February 18, 2026

Pelaporan Dugaan Korupsi Pembangunan...

Dugaan penyimpangan anggaran proyek pembangunan di SMP Negeri 6 Siak Hulu kembali menjadi...

Ayushita dan Gerald Situmorang:...

Pasangan selebriti Ayushita dan Gerald Situmorang baru-baru ini mengumumkan pernikahan mereka yang sudah...

Respons Sekjen Kemendikdasmen Terhadap...

Dugaan pungutan SPP di UPT SMP Negeri 4 Tapung Hulu, Desa Danau Lancang,...

Kasus Dugaan Perzinaan Inara...

Kasus dugaan perselingkuhan dan perzinaan yang melibatkan Inara Rusli dan Insanul Fahmi telah...
HomeprabowoKekuatan Dirgantara di...

Kekuatan Dirgantara di Abad Kedua Puluh Satu, Sebuah Dasar Primer

Ditulis oleh Profesor Clayton K.S. Chun

“Perencanaan perang modern tidak lengkap tanpa melibatkan Angkatan Udara. Baik itu untuk operasi pengintaian, dukungan logistik, serangan, dan dominasi ruang angkasa, peran Angkatan Udara sangat penting dalam perang modern. Seorang pemimpin militer yang efektif harus memahami kemampuan dan batasan Angkatan Udara modern”.

Buku ini, Aerospace Power in the Twenty First Century, adalah salah satu bacaan wajib calon perwira Angkatan Udara AS. Menurut saya buku ini juga wajib dibaca calon perwira semua matra. Benar bahwa perang dimenangkan di darat. Angkatan Udara tidak bisa mempertahankan teritori. Namun sinergi yang tepat antara ketiga matra dapat menentukan kesuksesan atau kegagalan sebuah operasi.

Untuk memahami kekuatan udara, seorang pemimpin militer harus memiliki pemahaman yang sama tentang kekuatan udara. Definisi yang digunakan oleh Profesor Clayton dan Royal Air Force Inggris adalah: “Kekuatan udara adalah kemampuan, atau penangkalan kemampuan udara untuk kepentingan militer, oleh dan kepada alutsista yang bisa terbang terkendali di luar area utama operasi militer di darat dan di laut”.

Artinya, jika ada pihak yang punya kemampuan menembak sebuah proyektil ke udara, dan proyektil tersebut tidak bisa terbang terkendali, kemampuan tersebut bukan kekuatan udara. Namun rudal anti pesawat yang bisa terbang terkendali bisa dikatakan masuk ke dalam kekuatan udara. Definisi ini penting tidak hanya untuk perencanaan kekuatan pertahanan, namun juga untuk operasional operasi militer agar menjadi jelas siapa yang bertanggung jawab atas ancaman apa.

Karena teknologi kedirgantaraan terus berkembang secara pesat, kompleks, tidak murah dan bisa sangat menentukan hasil operasi darat dan laut, seorang pemimpin militer juga harus mengikuti perkembangan ini. Apa yang mungkin di tahun ini bisa jadi tidak mungkin di tahun 60-an. Bahkan teknologi satu dekade lalu mungkin tertinggal jauh dari sisi kemampuan dan harga dengan teknologi tahun ini. Ini adalah ciri khas kekuatan udara.

Source link

Source link

Semua Berita

Prabowo Kembali dari Tiongkok: Tiba di Indonesia Rabu Malam

Prabowo Subianto kembali ke Indonesia setelah menghadiri perayaan 80 Tahun Kemenangan Perlawanan Rakyat Tiongkok di Beijing dan bertemu dengan Presiden Xi Jinping. Kedatangan Prabowo di Bandara Halim Perdanakusuma dikepalai oleh Menteri Sekretariat Negara Prasetyo Hadi. China menyatakan dukungan terhadap...

Prabowo’s Return From China: Essential Insights

Presiden Prabowo Subianto kembali ke Indonesia setelah mengunjungi Beijing untuk merayakan 80 tahun kemenangan China dalam Perang Perlawanan. Prabowo tiba di Bandara Halim Perdanakusuma pada Rabu malam, disambut oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Dalam pertemuan bilateral dengan Presiden...

Prabowo Subianto’s Beijing Meeting with Xi Jinping: Significant Agreements

Prabowo Subianto dan Xi Jinping bertemu di Beijing dan mencapai kesepakatan penting dalam pertemuan mereka. Dalam pertemuan tersebut, keduanya sepakat untuk menangani berbagai isu krusial yang mempengaruhi hubungan antara Indonesia dan Tiongkok. Prabowo Subianto, yang kala itu menjabat sebagai...

Kategori Berita