Pusat Data dan Sistem...

Pusat data kini menjadi bagian dari infrastruktur strategis yang perlu dilindungi dalam sistem pertahanan negara.

Broto Wardoyo: Profesionalisme Militer...

Profesionalisme militer tidak identik dengan pembatasan seluruh aktivitas militer hanya pada operasi pertahanan konvensional.

Nezar Patria Dukung Penyebarluasan...

Nezar Patria menilai penyebarluasan data konservasi penting untuk memperkuat kesadaran publik terhadap lingkungan.

Konservasi Megamendung Didorong Melampaui...

Konservasi Megamendung didorong menjadi gerakan lintas generasi yang terus berkembang melalui dukungan Paseban Foundation.
HomePolitikPerkembangan Oposisi Setelah...

Perkembangan Oposisi Setelah Pertemuan Surya dan Jokowi

Peneliti senior Populi Center Usep Saepul Ahyar mengatakan bahwa Jokowi sedang berupaya melemahkan kekuatan oposisi dengan merayu NasDem. Menurutnya, kemungkinan pemerintahan Prabowo-Gibran tidak akan mampu menghadapi tekanan oposisi yang kuat, seperti PDI-P dan PKS yang memiliki kekuatan secara ideologis.

“Oleh karena itu, NasDem didorong untuk menerima hasil dari pemilihan presiden. Jokowi berusaha mengurangi kekuatan oposisi karena akan sulit bagi Prabowo-Gibran untuk melaksanakan proyek-proyek warisan Jokowi,” kata Usep kepada Alinea.id, Senin (19/2).

Menurut Usep, Jokowi akan mendekati partai-partai yang cenderung pragmatis terlebih dahulu untuk bergabung dengan koalisi Prabowo-Gibran. Selain itu, upaya untuk memulihkan hubungan dengan Ketum PDI-P Megawati Soekarnoputri terus dilakukan.

“Pada akhirnya, jika ada godaan untuk mendekati pemerintah, maka akan lebih mudah untuk masuk. Masih banyak partai di Indonesia yang berubah sikap, kadang mendukung pemerintah, kadang tidak, dan kemudian kembali bergabung,” ujar Usep.

Usep berharap partai-partai yang kalah dalam Pilpres 2024 tidak tergoda untuk bergabung dengan koalisi Prabowo-Gibran. “NasDem sebaiknya tetap berada di luar dan menjadi oposisi. Begitu pula dengan PKB dan PPP. Lebih baik tetap bertindak sebagai oposisi,” kata Usep.

Pendapat yang sama juga diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah. Menurut Dedi, Jokowi sedang berupaya merayu Surya untuk membawa NasDem ke dalam koalisi Prabowo-Gibran dan menerima hasil dari Pilpres 2024.

“Tentu saja, imbalannya adalah pemutihan atas konflik antara Jokowi dan Surya Paloh selama ini. Tidak menutup kemungkinan NasDem akan kembali mendukung pemerintahan, memperkuat posisi Prabowo, karena mereka sejauh ini tidak memiliki masalah yang berarti,” kata Dedi kepada Alinea.id.

Dedi melihat bahwa pertemuan antara Jokowi dan Surya Paloh menandakan kekhawatiran Jokowi terhadap kekuatan oposisi yang kuat setelah Pilpres 2024. Jika semua partai yang kalah bergabung, jumlah kursi di DPR bahkan bisa melebihi parpol pendukung Prabowo-Gibran.

“Jokowi ingin menciptakan situasi pemerintahan Prabowo-Gibran yang mirip dengan masa pemerintahannya yang minim oposisi. Kemungkinan besar akan ditawarkan berbagai peluang (jabatan) yang besar,” kata Dedi.

Source link

Semua Berita

Tragedi Tewasnya 3 Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya: Fakta dan Fokus Investigasi

Tiga Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya Tewas Diserang Kelompok Bersenjata Sebuah tragedi menimpa tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, yang tewas setelah diserang kelompok bersenjata pada Rabu, 9 September 2026. Mereka tengah dalam perjalanan untuk menyalurkan bantuan ternak kepada...

Spesifikasi KRI Gajah Mada: Kapal Induk Baru TNI AL dari Italia

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Akan Menjadi KRI Gajah Mada Jakarta - Kapal induk Giuseppe Garibaldi mulai berlayar dari Italia menuju Indonesia dan dijadwalkan menjadi kapal induk pertama yang dimiliki TNI Angkatan Laut. Kapal tersebut diperkirakan akan tiba di Indonesia sekitar...

Panduan lengkap IKD dan cara membuatnya

Apa Itu Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan Bagaimana Cara Membuatnya? Identitas Kependudukan Digital atau IKD telah menjadi bagian penting dari transformasi administrasi kependudukan di Indonesia. Layanan ini memungkinkan akses identitas kependudukan secara digital melalui telepon seluler. Berikut penjelasan lebih lanjut...

Kategori Berita