Friday, March 6, 2026

Bazar Baju Layak Pakai...

Dharma Wanita Persatuan (DWP) MAN 1 Bengkalis telah sukses menggelar kegiatan bazar baju...

Insiden Hari Akad Nikah...

Drama "99 Nama Cinta" akan tayang hari ini pukul 18.30 WIB di RCTI...

Langkah Antisipasi Karhutla Pemda...

Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Nasional tahun 2026 Provinsi Riau...

Soleh Intai Peneror: Kobar...

Saksikan Layar Drama RCTI 'Banyak Jalan Menuju Surga' hari ini pukul 03.45 WIB...
HomePolitikGanjar dan Panggung...

Ganjar dan Panggung Politik Pasca-Pilpres 2024

“Kita tahu faksi Prananda dan faksi Puan sangat berpengaruh dan berebut melanjutkan kepemimpinan Bu Mega. Tantangan bagi Ganjar, dan ini tidak mudah, bagaimana dia dapat membantu menyinergikan kekuatan-kekuatan ini,” kata Zaki.

Di luar situasi politik eksternal yang bergejolak pasca-Pilpres 2024, Zaki menilai PDI-P punya pekerjaan rumah untuk mempersolid kondisi internal. “Jangan terjebak pada faksionalisme yang sempit. Tantangan ke depan makin berat bagi PDI-P seiring dengan usia bu Mega yang semakin tua,” imbuhnya.

Jabatan baru

Guru besar ilmu politik Universitas Padjadjaran (Unpad) Muradi sepakat Ganjar menduduki jabatan strategis di PDI-P jika ingin menjaga pamor politiknya di mata publik. Jabatan sekaliber sekjen partai atau ketua harian layak menjadi panggung politik baru bagi Ganjar.

“Namun, jabatan ketua harian di PDI-P itu tidak ada. Tetapi, bisa saja (jabatan) itu dibuat untuk menjaga elektoral dalam Ganjar lima tahun ke depan,” kata Muradi kepada Alinea.id.

Posisi lain yang mungkin dipegang Ganjar, menurut Muradi, ialah sebagai juru bicara kubu oposisi. Akan tetapi, posisi itu merupakan eksperimen politik yang belum pernah ada dalam tradisi politik di Indonesia.

“Bukan tidak mungkin bisa dilakukan. Syaratnya, Ganjar mesti mendapat legitimasi dari ketua umum partai oposisi lainnya. Karena tradisi kita kan tradisi partai, bukan tradisi orang per orang. Jadi, kekuatan politik itu ada di ketua umum,” jelas Muradi.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai Ganjar bisa diberikan jabatan strategis di parpol jika mempertimbangkan statusnya sebagai eks capres. Namun, bukan berarti Ganjar berpeluang besar untuk kembali maju di Pilpres 2029.

“Bisa saja PDI-P sudah miliki tokoh baru yang akan kembali diajukan dalam kontestasi pilpres, bisa saja Puan Maharani. Ganjar untuk saat ini nyaris tidak memiliki peluang jabatan populis, terkecuali jika PDI-P bergeser ke pemerintah,” kata Dedi kepada Alinea.id.

Menurut Dedi, Ganjar mengalami penurunan pamor politik setelah kalah telak pada Pilpres 2024. Apalagi, PDI-P pun terkesan tak satu suara mendukung Ganjar di lapangan. Di sisi lain, Puan juga sudah mulai bermanuver untuk bertarung pada Pilpres 2029.

Source link

Semua Berita

Rangkuman Lawatan Ratu Máxima di Indonesia: Memperkuat Hubungan Diplomatik

Ratu Máxima telah menyelesaikan kunjungan kerjanya ke Indonesia yang berlangsung selama empat hari, dimulai dari Senin hingga Kamis (24-27 November 2025). Selama kunjungannya, ia bertindak sebagai United Nation Secretary-General’s Special Advocate (UNSGSA) for Financial Health, bukan sebagai Ratu Belanda....

Profil Istri Wiranto: Mengenal Rugaiya Usman

Keluarga Jenderal (Purn) TNI Wiranto tengah berduka atas kepergian istri tercinta, Rugaiya Usman, yang meninggal dunia pada Minggu (16/11) pukul 15.55 WIB di Bandung, Jawa Barat. Rugaiya telah menjalani perawatan intensif di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, namun kondisinya tidak...

Perjuangan Zainal Abidin Syah untuk Irian Barat: NKRI Terbaik

Presiden RI Prabowo Subianto baru saja menganugerahi gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh pada peringatan Hari Pahlawan 2025 di Istana Negara, Jakarta. Penganugerahan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Salah...

Kategori Berita