Broto Wardoyo: Profesionalisme Militer...

Profesionalisme militer tidak identik dengan pembatasan seluruh aktivitas militer hanya pada operasi pertahanan konvensional.

Nezar Patria Dukung Penyebarluasan...

Nezar Patria menilai penyebarluasan data konservasi penting untuk memperkuat kesadaran publik terhadap lingkungan.

Konservasi Megamendung Didorong Melampaui...

Konservasi Megamendung didorong menjadi gerakan lintas generasi yang terus berkembang melalui dukungan Paseban Foundation.

Paseban Foundation Tunjukkan Kemajuan...

Paseban Foundation menunjukkan kemajuan nyata dalam pemulihan bentang alam dan perlindungan keanekaragaman hayati.
HomePolitikGanjar dan Panggung...

Ganjar dan Panggung Politik Pasca-Pilpres 2024

“Kita tahu faksi Prananda dan faksi Puan sangat berpengaruh dan berebut melanjutkan kepemimpinan Bu Mega. Tantangan bagi Ganjar, dan ini tidak mudah, bagaimana dia dapat membantu menyinergikan kekuatan-kekuatan ini,” kata Zaki.

Di luar situasi politik eksternal yang bergejolak pasca-Pilpres 2024, Zaki menilai PDI-P punya pekerjaan rumah untuk mempersolid kondisi internal. “Jangan terjebak pada faksionalisme yang sempit. Tantangan ke depan makin berat bagi PDI-P seiring dengan usia bu Mega yang semakin tua,” imbuhnya.

Jabatan baru

Guru besar ilmu politik Universitas Padjadjaran (Unpad) Muradi sepakat Ganjar menduduki jabatan strategis di PDI-P jika ingin menjaga pamor politiknya di mata publik. Jabatan sekaliber sekjen partai atau ketua harian layak menjadi panggung politik baru bagi Ganjar.

“Namun, jabatan ketua harian di PDI-P itu tidak ada. Tetapi, bisa saja (jabatan) itu dibuat untuk menjaga elektoral dalam Ganjar lima tahun ke depan,” kata Muradi kepada Alinea.id.

Posisi lain yang mungkin dipegang Ganjar, menurut Muradi, ialah sebagai juru bicara kubu oposisi. Akan tetapi, posisi itu merupakan eksperimen politik yang belum pernah ada dalam tradisi politik di Indonesia.

“Bukan tidak mungkin bisa dilakukan. Syaratnya, Ganjar mesti mendapat legitimasi dari ketua umum partai oposisi lainnya. Karena tradisi kita kan tradisi partai, bukan tradisi orang per orang. Jadi, kekuatan politik itu ada di ketua umum,” jelas Muradi.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai Ganjar bisa diberikan jabatan strategis di parpol jika mempertimbangkan statusnya sebagai eks capres. Namun, bukan berarti Ganjar berpeluang besar untuk kembali maju di Pilpres 2029.

“Bisa saja PDI-P sudah miliki tokoh baru yang akan kembali diajukan dalam kontestasi pilpres, bisa saja Puan Maharani. Ganjar untuk saat ini nyaris tidak memiliki peluang jabatan populis, terkecuali jika PDI-P bergeser ke pemerintah,” kata Dedi kepada Alinea.id.

Menurut Dedi, Ganjar mengalami penurunan pamor politik setelah kalah telak pada Pilpres 2024. Apalagi, PDI-P pun terkesan tak satu suara mendukung Ganjar di lapangan. Di sisi lain, Puan juga sudah mulai bermanuver untuk bertarung pada Pilpres 2029.

Source link

Semua Berita

Spesifikasi KRI Gajah Mada: Kapal Induk Baru TNI AL dari Italia

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Akan Menjadi KRI Gajah Mada Jakarta - Kapal induk Giuseppe Garibaldi mulai berlayar dari Italia menuju Indonesia dan dijadwalkan menjadi kapal induk pertama yang dimiliki TNI Angkatan Laut. Kapal tersebut diperkirakan akan tiba di Indonesia sekitar...

Panduan lengkap IKD dan cara membuatnya

Apa Itu Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan Bagaimana Cara Membuatnya? Identitas Kependudukan Digital atau IKD telah menjadi bagian penting dari transformasi administrasi kependudukan di Indonesia. Layanan ini memungkinkan akses identitas kependudukan secara digital melalui telepon seluler. Berikut penjelasan lebih lanjut...

Mengenal Sayuti Melik: Pengetik Teks Proklamasi

Sayuti Melik: Sosok di Balik Pengetik Teks Proklamasi Sayuti Melik, tokoh penting dalam sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, lahir di Sleman, Yogyakarta, pada 22 November 1908. Aktif dalam kegiatan politik dan jurnalistik sejak muda, Sayuti Melik dikenal sebagai aktivis nasionalis yang...

Kategori Berita