Pusat Data dan Sistem...

Pusat data kini menjadi bagian dari infrastruktur strategis yang perlu dilindungi dalam sistem pertahanan negara.

Broto Wardoyo: Profesionalisme Militer...

Profesionalisme militer tidak identik dengan pembatasan seluruh aktivitas militer hanya pada operasi pertahanan konvensional.

Nezar Patria Dukung Penyebarluasan...

Nezar Patria menilai penyebarluasan data konservasi penting untuk memperkuat kesadaran publik terhadap lingkungan.

Konservasi Megamendung Didorong Melampaui...

Konservasi Megamendung didorong menjadi gerakan lintas generasi yang terus berkembang melalui dukungan Paseban Foundation.
HomePolitikGastroonomi versi Ganjar-Mahfud:...

Gastroonomi versi Ganjar-Mahfud: Beragam Pangan Bergizi

“Jangan biarkan impor naik demi pemenuhan gizi,” kata Chico.

“Padahal ada banyak jenis makanan dari bahan baku lokal yang memiliki nilai gizi yang sama dengan susu impor, misalnya.”

Chico memahami bahwa ide memberikan makan siang dan susu secara gratis bisa dilakukan melalui pembangunan peternakan dalam negeri. Namun, masalahnya adalah, meskipun kebutuhan sapi sangat tinggi, saat ini masih banyak produk olahan makanan yang berasal dari impor.

Lebih lanjut, Chico meyakini bahwa gastronomi akan membuat asupan gizi menjadi lebih beragam sesuai dengan potensi ragam pangan yang ada di masyarakat. Tugas pemerintah selanjutnya adalah membantu meningkatkan kualitas pangan lokal agar memiliki gizi yang lebih tinggi.

“Ketika kita berbicara tentang makan siang gratis, apakah nasi harus diberikan kepada orang Papua tiga kali sehari?” ujarnya.

“Jadi, kita tidak boleh mengubah gaya hidup seseorang, meskipun gaya hidup tersebut tidak berarti makanan yang dikonsumsinya tidak bergizi.”

Chico juga menyatakan bahwa gastronomi yang fokus pada pangan bergizi akan didukung oleh pendirian puskesmas kelas C di 50.000 desa. Hal ini bertujuan untuk melawan stunting, karena masih banyak masyarakat yang tidak menyadari bahwa berbagai jenis pangan lokal sebenarnya bisa digunakan untuk mencegah stunting, selain telur.

“Mereka sebenarnya memiliki bahan pangan bergizi di rumah. Namun, mereka tidak tahu cara memasaknya untuk anak-anak mereka,” tambah Chico.

Menurut Chico, puskesmas dan tenaga kesehatan di desa sangat penting untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai pangan nabati dan hewani yang dapat digunakan untuk mencegah stunting. Selain itu, puskesmas juga berguna sebagai sarana deteksi dini stunting di desa.

Fakta menunjukkan bahwa banyak kasus stunting terjadi di daerah yang sebenarnya memiliki sumber pangan bergizi.

“Ini disebabkan oleh kurangnya penyuluhan kesehatan,” kata Chico.

Chico juga menyadari bahwa ide gastronomi yang berfokus pada pangan bergizi belum termasuk dalam visi-misi Ganjar-Mahfud.

“Namun, ke depannya kita akan melakukannya,” ujar Chico. “Hal ini juga terkait dengan keseluruhan aspek, seperti ketahanan pangan.”

Source link

Semua Berita

Tragedi Tewasnya 3 Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya: Fakta dan Fokus Investigasi

Tiga Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya Tewas Diserang Kelompok Bersenjata Sebuah tragedi menimpa tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, yang tewas setelah diserang kelompok bersenjata pada Rabu, 9 September 2026. Mereka tengah dalam perjalanan untuk menyalurkan bantuan ternak kepada...

Spesifikasi KRI Gajah Mada: Kapal Induk Baru TNI AL dari Italia

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Akan Menjadi KRI Gajah Mada Jakarta - Kapal induk Giuseppe Garibaldi mulai berlayar dari Italia menuju Indonesia dan dijadwalkan menjadi kapal induk pertama yang dimiliki TNI Angkatan Laut. Kapal tersebut diperkirakan akan tiba di Indonesia sekitar...

Panduan lengkap IKD dan cara membuatnya

Apa Itu Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan Bagaimana Cara Membuatnya? Identitas Kependudukan Digital atau IKD telah menjadi bagian penting dari transformasi administrasi kependudukan di Indonesia. Layanan ini memungkinkan akses identitas kependudukan secara digital melalui telepon seluler. Berikut penjelasan lebih lanjut...

Kategori Berita