Pusat Data dan Sistem...

Pusat data kini menjadi bagian dari infrastruktur strategis yang perlu dilindungi dalam sistem pertahanan negara.

Broto Wardoyo: Profesionalisme Militer...

Profesionalisme militer tidak identik dengan pembatasan seluruh aktivitas militer hanya pada operasi pertahanan konvensional.

Nezar Patria Dukung Penyebarluasan...

Nezar Patria menilai penyebarluasan data konservasi penting untuk memperkuat kesadaran publik terhadap lingkungan.

Konservasi Megamendung Didorong Melampaui...

Konservasi Megamendung didorong menjadi gerakan lintas generasi yang terus berkembang melalui dukungan Paseban Foundation.
HomePolitikPenolakan IKN oleh...

Penolakan IKN oleh Anies dan PKS: Pesan yang Disampaikan

Survei Indikator Politik Indonesia yang dirilis pertengahan November lalu menunjukkan PKS hanya memiliki elektabilitas sebesar 6,2%. Partai PDI-P menempati posisi teratas dalam survei Indikator dengan elektabilitas sebesar 24,1%.

Hasil survei SPIN yang baru-baru ini dipublikasikan menunjukkan elektabilitas PKS sebesar 7% sementara PDI-P memperoleh 21,1%. Berdasarkan kedua survei tersebut, PKS membutuhkan peningkatan elektabilitas yang signifikan untuk dapat menggeser dominasi PDI-P.

Pakar komunikasi politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing menegaskan bahwa PKS sengaja mengampanyekan penolakan terhadap rencana IKN demi kepentingan elektoral. Beberapa survei menunjukkan bahwa penolakan terhadap pemindahan ibu kota masih cukup tinggi di kalangan masyarakat.

Menurut Emrus, hasil dari pemilihan nantinya akan dipengaruhi oleh respon masyarakat terhadap tawaran-tawaran yang diberikan oleh partai politik. Meskipun sulit, wacana mempertahankan Jakarta sebagai ibu kota bisa saja terealisasi apabila PKS berhasil memenangkan Pemilu 2024 dan menginisiasi revisi UU IKN untuk membatalkan pemindahan ibu kota.

Presiden Jokowi telah merespons kritik yang dilontarkan oleh Anies dan PKS terkait pemindahan ibu kota. Ia menegaskan bahwa IKN sudah memiliki landasan hukum yang kuat dan tujuannya adalah untuk menjadikan Indonesia sebagai negara tidak hanya Jawa-sentris.

Jokowi menambahkan bahwa Indonesia perlu meratakan pertumbuhan ekonomi dan penduduknya di berbagai wilayah, bukan hanya berpusat di Pulau Jawa. Ia berharap dengan adanya pemindahan ibu kota, Indonesia dapat memiliki ibu kota yang layak seperti kota-kota internasional lainnya seperti Kuala Lumpur dan Singapura.

Source link

Semua Berita

Tragedi Tewasnya 3 Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya: Fakta dan Fokus Investigasi

Tiga Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya Tewas Diserang Kelompok Bersenjata Sebuah tragedi menimpa tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, yang tewas setelah diserang kelompok bersenjata pada Rabu, 9 September 2026. Mereka tengah dalam perjalanan untuk menyalurkan bantuan ternak kepada...

Spesifikasi KRI Gajah Mada: Kapal Induk Baru TNI AL dari Italia

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Akan Menjadi KRI Gajah Mada Jakarta - Kapal induk Giuseppe Garibaldi mulai berlayar dari Italia menuju Indonesia dan dijadwalkan menjadi kapal induk pertama yang dimiliki TNI Angkatan Laut. Kapal tersebut diperkirakan akan tiba di Indonesia sekitar...

Panduan lengkap IKD dan cara membuatnya

Apa Itu Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan Bagaimana Cara Membuatnya? Identitas Kependudukan Digital atau IKD telah menjadi bagian penting dari transformasi administrasi kependudukan di Indonesia. Layanan ini memungkinkan akses identitas kependudukan secara digital melalui telepon seluler. Berikut penjelasan lebih lanjut...

Kategori Berita