Pusat Data dan Sistem...

Pusat data kini menjadi bagian dari infrastruktur strategis yang perlu dilindungi dalam sistem pertahanan negara.

Broto Wardoyo: Profesionalisme Militer...

Profesionalisme militer tidak identik dengan pembatasan seluruh aktivitas militer hanya pada operasi pertahanan konvensional.

Nezar Patria Dukung Penyebarluasan...

Nezar Patria menilai penyebarluasan data konservasi penting untuk memperkuat kesadaran publik terhadap lingkungan.

Konservasi Megamendung Didorong Melampaui...

Konservasi Megamendung didorong menjadi gerakan lintas generasi yang terus berkembang melalui dukungan Paseban Foundation.
HomePolitikMengutamakan Etika atau...

Mengutamakan Etika atau Kepentingan Politik

Diusung Gerindra dan beberapa partai lainnya, Prabowo saat ini juga mencalonkan diri sebagai presiden. Dia didampingi oleh Gibran Rakabuming Raka, putra tertua Presiden Joko Widodo (Jokowi). Meskipun begitu, Prabowo belum berencana untuk mundur dari jabatan Menteri Pertahanan.

Selain Prabowo, ada beberapa menteri yang terlibat langsung dalam kontestasi Pilpres 2024. Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, misalnya, tercatat sebagai salah satu anggota tim sukses Prabowo-Gibran. Begitu juga dengan Menteri BUMN Erick Thohir.

Di kubu Ganjar-Mahfud, terdapat nama Sandiaga Uno yang saat ini masih menjabat sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Dalam Tim Pemenangan Nasional Ganjar-Mahfud, Sandiaga menjabat sebagai anggota Dewan Pakar.

Lebih lanjut, Herdiansyah mengatakan bahwa komitmen Mahfud untuk mundur dari Kabinet Indonesia Maju bisa memiliki dampak positif bagi demokrasi elektoral. Dengan keputusannya itu, Mahfud menetapkan standar etika yang tinggi bagi pejabat publik.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menganggap bahwa niat Mahfud untuk mundur dari jabatan Menko Polhukam memiliki motif kepentingan politik elektoral. Langkah tersebut diambil Mahfud untuk mendapat simpati dari pemilih yang bukan merupakan pendukung Jokowi.

Sejak awal, menurut Dedi, posisi Ganjar-Mahfud membingungkan. Pasangan tersebut tidak pernah jelas apakah mereka berada di posisi oposisi atau sebagai penerus Jokowi. Tindakan Ganjar-Mahfud seringkali tidak jelas di mata pemilih.

Dedi menambahkan bahwa target lainnya adalah untuk membidik pemilih pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar. Namun, hal tersebut akan sulit dicapai mengingat pemilih saat ini cenderung solid pada pilihan masing-masing.

Source link

Semua Berita

Tragedi Tewasnya 3 Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya: Fakta dan Fokus Investigasi

Tiga Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya Tewas Diserang Kelompok Bersenjata Sebuah tragedi menimpa tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, yang tewas setelah diserang kelompok bersenjata pada Rabu, 9 September 2026. Mereka tengah dalam perjalanan untuk menyalurkan bantuan ternak kepada...

Spesifikasi KRI Gajah Mada: Kapal Induk Baru TNI AL dari Italia

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Akan Menjadi KRI Gajah Mada Jakarta - Kapal induk Giuseppe Garibaldi mulai berlayar dari Italia menuju Indonesia dan dijadwalkan menjadi kapal induk pertama yang dimiliki TNI Angkatan Laut. Kapal tersebut diperkirakan akan tiba di Indonesia sekitar...

Panduan lengkap IKD dan cara membuatnya

Apa Itu Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan Bagaimana Cara Membuatnya? Identitas Kependudukan Digital atau IKD telah menjadi bagian penting dari transformasi administrasi kependudukan di Indonesia. Layanan ini memungkinkan akses identitas kependudukan secara digital melalui telepon seluler. Berikut penjelasan lebih lanjut...

Kategori Berita