Pusat Data dan Sistem...

Pusat data kini menjadi bagian dari infrastruktur strategis yang perlu dilindungi dalam sistem pertahanan negara.

Broto Wardoyo: Profesionalisme Militer...

Profesionalisme militer tidak identik dengan pembatasan seluruh aktivitas militer hanya pada operasi pertahanan konvensional.

Nezar Patria Dukung Penyebarluasan...

Nezar Patria menilai penyebarluasan data konservasi penting untuk memperkuat kesadaran publik terhadap lingkungan.

Konservasi Megamendung Didorong Melampaui...

Konservasi Megamendung didorong menjadi gerakan lintas generasi yang terus berkembang melalui dukungan Paseban Foundation.
HomePolitikApakah Akan Ada...

Apakah Akan Ada Poros Ketiga di Balik Ruwetnya Peta Koalisi Pilgub DKI?

Peta koalisi partai politik di Pilgub DKI Jakarta semakin menyempit. Awal pekan lalu, Partai NasDem secara resmi mendeklarasikan dukungannya untuk Anies Baswedan sebagai kandidat Gubernur DKI. Anies sebelumnya telah mendapatkan dukungan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Selain ketiga partai tersebut, Anies juga diminati oleh PDI-Perjuangan. Ketua DPP PDI-P, Puan Maharani menyatakan kemungkinan partainya mendukung Anies di atas 50%. Namun, Puan juga tidak menutup kemungkinan PDI-P untuk mengusung calonnya sendiri.

“Masih banyak waktu bagi kita untuk melihat perkembangan dan dinamika politik yang sedang berkembang,” ujar Puan kepada wartawan di Jakarta.

Potensi lahirnya poros ketiga yang diinisiasi oleh PDI-P semakin kuat dalam Pilgub DKI karena partai tersebut memiliki Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Berdasarkan hasil survei beberapa lembaga, Ahok memiliki elektabilitas yang cukup tinggi di Pilgub DKI.

Sekretaris Jenderal Gerindra, Ahmad Muzani, menyatakan Gerindra dan Koalisi Indonesia Maju (KIM) telah sepakat dalam menentukan kandidat yang akan diusung di Pilgub DKI dan Jabar. Muzani juga mengungkapkan kegembiraannya dalam menghadapi Anies di ibu kota.

Menurut Direktur Kajian Politik Nasional, Adib Miftahul, kandidat yang disiapkan KIM sulit untuk menggeser dominasi Anies di Pilgub DKI Jakarta. Adib menilai bahwa Anies masih sangat kuat, terlebih jika mendapat dukungan dari PDI-P.

Pengamat politik, Ujang Komarudin, melihat bahwa peta koalisi parpol di Pilgub DKI masih dinamis. Kekuatan politik Anies bisa terus digerus dengan adanya perkembangan koalisi parpol.

Dengan butuh minimal 22 kursi untuk mencalonkan kandidat di Pilgub DKI, PDI-P tidak bisa mengusung kandidatnya sendiri. Jika KIM tetap solid dan partai pendukung Anies tidak berubah, hanya tersisa Perindo dan PPP dengan masing-masing satu kursi di DPRD DKI.

Source link

Semua Berita

Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI, Berikut Rinciannya

Presiden Prabowo Subianto meresmikan 204 satuan baru TNI dalam upacara peringatan HUT ke-81 TNI di Lapangan PRIMA Mabes TNI, Jakarta, Senin, 5 Oktober 2026. Pembentukan satuan-satuan tersebut mencakup tiga matra, yakni TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI...

Cara Ganti Foto KTP-el: Syarat dan Prosedur Terbaru

Foto pada Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) tidak dapat diganti hanya karena pemiliknya merasa hasil foto lama kurang baik. Perubahan pas foto dimungkinkan, tetapi harus didasarkan pada kondisi tertentu yang membuat foto sebelumnya tidak lagi sesuai atau dokumen KTP-el...

Sejarah Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober dan Maknanya

Setiap 1 Oktober, Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Tanggal tersebut ditetapkan untuk mengenang rangkaian peristiwa politik dan kekerasan pada 30 September hingga 1 Oktober 1965, ketika sejumlah perwira TNI Angkatan Darat diculik dan dibunuh. Peringatan ini sekaligus menempatkan Pancasila...

Kategori Berita