Arista Montana dan Gerakan...

Arista Montana menjadi bagian dari gerakan besar menuju kemandirian pangan berbasis lokal.

Andy Utama Kembangkan Model...

Andy Utama mengembangkan model leuit modern sebagai solusi ketahanan pangan yang adaptif dan berkelanjutan.

Koperasi Desa sebagai Instrumen...

Koperasi desa menjadi alat pemerataan ekonomi yang efektif.

Wahdi Azmi: Konservasi Tanpa...

Konservasi yang terintegrasi menciptakan keseimbangan antara pelestarian dan kesejahteraan.
HomePolitikNasib Airin setelah...

Nasib Airin setelah Bahlil menjadi Ketum Golkar

Partai Golkar mencabut surat rekomendasi untuk Airin Rachmi Diany dalam Pilgub Banten 2024. Kemungkinan ini diungkapkan oleh beberapa elit Golkar. Salah satunya adalah Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ace Hasan Syadzily.

“Harus saya tegaskan bahwa Partai Golkar akan mengambil kebijakan sesuai dengan kesepakatan dengan koalisi para ketua umum di Koalisi Indonesia Maju,” kata Ace kepada wartawan di Bali Nusa Dua Convention Center, Sabtu (24/8).

Dengan popularitas yang tinggi di Banten, Airin dideklarasikan sebagai calon Gubernur Banten oleh Golkar pada masa kepemimpinan Airlangga Hartarto. Namun, nasib Airin dipertanyakan setelah Airlangga mengundurkan diri dari posisi ketua umum dan digantikan oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Di sisi lain, mayoritas partai anggota Koalisi Indonesia Maju (KIM) telah sepakat untuk mendukung pasangan Andra Soni-Ahmad Dimyati Natakusumah dalam Pilgub Banten. Hanya Golkar yang “memutuskan hubungan” dan mencalonkan kader sendiri.

Hingga saat ini, nasib pencalonan Airin masih tidak jelas. Baru-baru ini, beredar tangkapan layar sebuah surat perintah yang berlogo Partai Golkar yang membatalkan pencalonan Airin sebagai Gubernur Banten dan Mad Romli sebagai Bupati Tangerang.

Namun, juga beredar surat undangan yang berisi rencana untuk mendeklarasikan pasangan Airin dengan Ade Sumardi. Ade adalah seorang politikus PDI-Perjuangan. Jika pasangan ini terwujud, Golkar tidak hanya akan berlawanan dengan KIM, tetapi juga akan bersekutu dengan partai “oposisi” pemerintahan Jokowi.

Analis politik dari Citra Institute, Yusak Farhan, menganggap wajar jika Golkar mempertimbangkan ulang pencalonan Airin dalam Pilgub Banten 2024. Menurutnya, Gerindra ingin Andra Soni yang mengendalikan Banten. Andra Soni sulit untuk menang jika harus bersaing dengan Airin.

“Keadaan ini bisa terjadi jika Bahlil tetap bersikeras memberikan rekomendasi kepada Airin Rachmi Diany sebagai calon gubernur Banten. Jika tetap diberikan, bisa terjadi perselisihan antara Gerindra dan Golkar,” jelas Yusak kepada Alinea.id, Sabtu (24/8).

Menurut Yusak, Golkar juga tidak dapat berbuat banyak setelah posisi Menteri Hukum dan HAM dipegang oleh politikus Gerindra, Supratman Andi Agtas. Struktur kepengurusan Golkar yang baru di bawah Bahlil bisa dipertanyakan jika Golkar membantah dalam pemilihan kepala daerah.

“Jadi, dengan ancaman bahwa kepengurusan Golkar tidak disahkan, Kemenkumham bisa menghalangi Airin untuk maju dalam Pilgub Banten,” ucap Yusak.

Analis politik dari Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Ahmad Chumaedy, mengatakan bahwa nasib Airin mirip dengan yang dialami Anies Baswedan dalam Pilgub DKI, yaitu memiliki popularitas tinggi, tapi terancam tidak mendapat tiket untuk maju.

“Bahlil, yang saat ini memimpin Golkar, akan menentukan nasib Airin dan kandidat lainnya, dengan fokus pada memenangkan Pilkada serentak 2024. Namun, dukungan untuk Airin tetap kuat di tingkat lokal dan di kalangan masyarakat Banten,” ujar pria yang akrab disapa Memed itu kepada Alinea.id, Sabtu (24/8).

Meskipun tanpa rekomendasi dari Golkar, menurut Memed, peluang Airin tetap terbuka untuk maju dalam Pilgub Banten. Pasalnya, putusan Mahkamah Konstitusi nomor 60/PUU-XXII/2024 memungkinkan PDI-P untuk mencalonkan sendiri kandidat dalam Pilgub Banten.

“Airin, pada posisinya saat ini, tetap yang paling populer dan memiliki elektabilitas tertinggi. Jika Golkar mengabaikan Airin sebagai kader potensial, yang ditukar dengan kepentingan elit, maka ini akan menjadi peringatan bagi kepemimpinan Bahlil di Golkar,” ungkap Memed.

Source link

Semua Berita

Rangkuman Lawatan Ratu Máxima di Indonesia: Memperkuat Hubungan Diplomatik

Ratu Máxima telah menyelesaikan kunjungan kerjanya ke Indonesia yang berlangsung selama empat hari, dimulai dari Senin hingga Kamis (24-27 November 2025). Selama kunjungannya, ia bertindak sebagai United Nation Secretary-General’s Special Advocate (UNSGSA) for Financial Health, bukan sebagai Ratu Belanda....

Profil Istri Wiranto: Mengenal Rugaiya Usman

Keluarga Jenderal (Purn) TNI Wiranto tengah berduka atas kepergian istri tercinta, Rugaiya Usman, yang meninggal dunia pada Minggu (16/11) pukul 15.55 WIB di Bandung, Jawa Barat. Rugaiya telah menjalani perawatan intensif di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, namun kondisinya tidak...

Perjuangan Zainal Abidin Syah untuk Irian Barat: NKRI Terbaik

Presiden RI Prabowo Subianto baru saja menganugerahi gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh pada peringatan Hari Pahlawan 2025 di Istana Negara, Jakarta. Penganugerahan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Salah...

Kategori Berita