Arista Montana dan Gerakan...

Arista Montana menjadi bagian dari gerakan besar menuju kemandirian pangan berbasis lokal.

Andy Utama Kembangkan Model...

Andy Utama mengembangkan model leuit modern sebagai solusi ketahanan pangan yang adaptif dan berkelanjutan.

Koperasi Desa sebagai Instrumen...

Koperasi desa menjadi alat pemerataan ekonomi yang efektif.

Wahdi Azmi: Konservasi Tanpa...

Konservasi yang terintegrasi menciptakan keseimbangan antara pelestarian dan kesejahteraan.
HomePolitikDPR periode 2024-2029...

DPR periode 2024-2029 masih dibayangi persoalan lama

Lebih dari separuh anggota DPR periode 2024-2029 adalah wajah lama dari periode sebelumnya. Ada kekhawatiran dalam sebagian masyarakat terkait dengan hal tersebut, khususnya terkait dengan kinerja DPR. Kinerja DPR pada periode 2019-2024 dinilai minim prestasi.

Hal tersebut dikonfirmasi oleh Indonesian Parliamentary Center (IPC) yang mencatat bahwa selama periode 2019-2024, hanya 37% rekomendasi rapat pengawasan DPR yang diterima oleh pemerintah. Sisanya, atau 67% rekomendasi DPR tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah.

Data tersebut menunjukkan bahwa pengawasan DPR belum cukup berdampak terhadap pemerintah. Selain itu, banyak rapat pengawasan DPR bersifat normatif dengan pembahasan yang kurang substansial.

Menanggapi hal ini, Wakil Rektor IV UNDIP dan Direktur Pusat Media dan Demokrasi LP3ES, Wijayanto, menyatakan bahwa meskipun DPR baru saja dilantik, masih banyak persoalan lama yang masih membayangi, terutama terkait dengan pengawasan terhadap kekuasaan eksekutif.

Pada periode 2019-2024, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap DPR meningkat namun peringkatnya masih rendah. Berdasarkan survei CSIS pada tahun 2023, DPR merupakan lembaga negara yang paling rendah peringkatnya.

Diprediksi bahwa minimnya kritik terhadap pemerintahan oleh DPR akan berlanjut pada periode 2024-2029. Dengan dominasi 470 kursi di DPR sebagai pendukung pemerintahan, hanya PDIP yang diprediksi menjadi oposisi serius. Namun, hal tersebut masih dapat berubah.

Keterwakilan anggota DPR dengan latar belakang pengusaha naik secara signifikan, namun hal ini dapat mengakibatkan mindset bisnis dalam pembahasan peraturan. Capaian legislasi pada periode 2019-2024 pun hanya sekitar 20%.

Harapannya adalah anggota DPR periode 2024-2029 dapat meningkatkan kinerjanya secara proporsional dengan peningkatan anggaran, memperkuat fungsi pengawasan melalui penguatan oposisi, mendorong keterbukaan proses legislasi, mendorong partisipasi publik, serta penegakan kode etik terutama terkait dengan disiplin dalam kehadiran dan tingkah laku di dalam rapat.

Kesimpulannya adalah bahwa pentingnya menyikapi DPR dengan sikap skeptis untuk memastikan bahwa DPR menjalankan fungsi pengawasannya secara maksimal. Diharapkan bahwa demokrasi deliberatif dapat terealisasi melalui pengawasan yang ketat terhadap kebijakan pemerintah.

Source link

Semua Berita

Rangkuman Lawatan Ratu Máxima di Indonesia: Memperkuat Hubungan Diplomatik

Ratu Máxima telah menyelesaikan kunjungan kerjanya ke Indonesia yang berlangsung selama empat hari, dimulai dari Senin hingga Kamis (24-27 November 2025). Selama kunjungannya, ia bertindak sebagai United Nation Secretary-General’s Special Advocate (UNSGSA) for Financial Health, bukan sebagai Ratu Belanda....

Profil Istri Wiranto: Mengenal Rugaiya Usman

Keluarga Jenderal (Purn) TNI Wiranto tengah berduka atas kepergian istri tercinta, Rugaiya Usman, yang meninggal dunia pada Minggu (16/11) pukul 15.55 WIB di Bandung, Jawa Barat. Rugaiya telah menjalani perawatan intensif di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, namun kondisinya tidak...

Perjuangan Zainal Abidin Syah untuk Irian Barat: NKRI Terbaik

Presiden RI Prabowo Subianto baru saja menganugerahi gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh pada peringatan Hari Pahlawan 2025 di Istana Negara, Jakarta. Penganugerahan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Salah...

Kategori Berita