Arista Montana dan Gerakan...

Arista Montana menjadi bagian dari gerakan besar menuju kemandirian pangan berbasis lokal.

Andy Utama Kembangkan Model...

Andy Utama mengembangkan model leuit modern sebagai solusi ketahanan pangan yang adaptif dan berkelanjutan.

Koperasi Desa sebagai Instrumen...

Koperasi desa menjadi alat pemerataan ekonomi yang efektif.

Wahdi Azmi: Konservasi Tanpa...

Konservasi yang terintegrasi menciptakan keseimbangan antara pelestarian dan kesejahteraan.
HomePolitikNasDem's waffling in...

NasDem’s waffling in the ranks of political parties supporting Prabowo-GBeli Tiket Kereta Api dan Dapat Diskon hingga 80% Selama INDIHOME GAMES TKN Poin Perdana

Partai NasDem memutuskan untuk tetap di luar pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka (Prabowo-Gibran) dengan tidak mengirimkan satu pun kader mereka untuk menjabat sebagai menteri dalam kabinet yang akan datang. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai NasDem Hermawi Taslim memberi alasan bahwa partainya lebih fokus pada agar saran-saran NasDem dapat diperhatikan oleh Prabowo.

Hermawi menyatakan bahwa NasDem akan tetap mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran dari luar. Terlebih lagi, Ketua Umum NasDEM, Surya Paloh, telah mengonfirmasi dukungan kepada Prabowo-Gibran dua kali, yaitu pada pertemuan dengan Prabowo pada 25 April 2024 dan pertengahan Agustus lalu.

“Pemikiran-pemikiran kami yang diterima akan lebih berarti daripada kehadiran fisik kami dalam kabinet. Kontribusi dan pemikiran dari kami terhadap berbagai hal akan jauh lebih penting,” ujar Hermawi kepada wartawan di Jakarta pada Minggu (13/10).

Ali Sahab, seorang pengamat politik dari Universitas Airlangga, menduga bahwa keputusan NasDem untuk tetap di luar pemerintahan disebabkan karena NasDem tidak mendapatkan jatah menteri di kementerian strategis. Meskipun demikian, keputusan NasDem untuk tidak bergabung secara resmi dalam pemerintahan Prabowo-Gibran dianggap patut diapresiasi.

Ada rumor bahwa NasDem akan mendapat jatah menteri setelah Surya Paloh kembali bertemu dengan Prabowo di Kementerian Pertahanan pada Kamis (17/10). Namun, Hermawi membantah bahwa mereka membahas masalah kabinet dalam pertemuan tersebut.

Ali berharap agar NasDem mengambil posisi sebagai oposisi terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran. Menurutnya, koalisi yang terlalu gemuk tanpa oposisi dapat merugikan demokrasi dan mengabaikan kepentingan publik.

Anang Sujoko, seorang guru besar ilmu komunikasi dan media dari Universitas Brawijaya, menduga bahwa NasDem tidak bergabung dalam pemerintahan Prabowo-Gibran karena posisi menteri yang mereka inginkan tidak dapat dipenuhi oleh Prabowo. Namun, NasDem masih bertahan karena masih terdapat negosiasi politik yang belum selesai.

Kehadiran NasDem pada saat ini mirip dengan yang ditunjukkan oleh Partai Demokrat pada awal periode kedua pemerintahan Jokowi. Pada saat itu, Demokrat memilih untuk tetap di luar pemerintahan tanpa menjadi oposisi.

Demokrat baru resmi bergabung dalam koalisi partai pendukung Jokowi setelah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) diangkat sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang pada Februari 2024. Pada Pilpres 2024, Demokrat dan Jokowi sepakat untuk mendukung Prabowo.

Source link

Semua Berita

Rangkuman Lawatan Ratu Máxima di Indonesia: Memperkuat Hubungan Diplomatik

Ratu Máxima telah menyelesaikan kunjungan kerjanya ke Indonesia yang berlangsung selama empat hari, dimulai dari Senin hingga Kamis (24-27 November 2025). Selama kunjungannya, ia bertindak sebagai United Nation Secretary-General’s Special Advocate (UNSGSA) for Financial Health, bukan sebagai Ratu Belanda....

Profil Istri Wiranto: Mengenal Rugaiya Usman

Keluarga Jenderal (Purn) TNI Wiranto tengah berduka atas kepergian istri tercinta, Rugaiya Usman, yang meninggal dunia pada Minggu (16/11) pukul 15.55 WIB di Bandung, Jawa Barat. Rugaiya telah menjalani perawatan intensif di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, namun kondisinya tidak...

Perjuangan Zainal Abidin Syah untuk Irian Barat: NKRI Terbaik

Presiden RI Prabowo Subianto baru saja menganugerahi gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh pada peringatan Hari Pahlawan 2025 di Istana Negara, Jakarta. Penganugerahan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Salah...

Kategori Berita