Wednesday, December 10, 2025

Dr Adrian Hidayat Kapus...

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan...

Minuman Herbal Indonesia dalam...

NOD. Smart Capsule Machine, sebagai bagian dari ekosistem JumpStart Indonesia, berhasil membawa cita...

Tim Kuasa Hukum PT...

Tim Kuasa Hukum PT Artha Bumi Mining (PT ABM) telah mengambil langkah untuk...

Lee Min Ho &...

Lee Min Ho dan Moon Ga Young sedang dalam pembicaraan untuk membintangi drama...
HomeBerita"Sekjen Kemenag Bahas...

“Sekjen Kemenag Bahas Kemanusiaan dan Lingkungan di Konferensi Islam ASEAN III”

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Sekjen Kemenag), Kamaruddin Amin, mewakili Indonesia sebagai pembicara kunci pada Konferensi Islam ASEAN III di Bangkok, Thailand. Acara tersebut diselenggarakan oleh Kerajaan Arab Saudi dan dibuka oleh Menteri Urusan Agama Arab Saudi, Syekh Abdul Latif bin Abd Aziz Al Syekh. Konferensi internasional ini dihadiri pejabat, tokoh agama, intelektual, akademisi, dan peneliti dari negara-negara anggota ASEAN dengan tujuan menyebarkan pesan harmoni, cinta, dan toleransi; mempromosikan perdamaian dan moderasi; serta menolak ekstremisme dan terorisme.

Kamaruddin Amin, yang berbicara dalam Bahasa Arab, membahas tema “Pilar Umat Terbaik untuk Kemanusiaan dan Keberlanjutan Lingkungan” atau Mabadi Khaira Ummah. Ia menegaskan bahwa umat Islam memiliki tugas untuk menyebarkan kebaikan, mencegah kemungkaran, dan beriman kepada Allah. Menurutnya, prinsip-prinsip Islam mencakup hubungan dengan Allah, hubungan antarsesama manusia, dan hubungan dengan alam yang terangkum dalam konsep Khaira Ummah.

Kamaruddin juga menjelaskan Mabadi Khaira Ummah sebagai prinsip-prinsip dasar untuk membangun komunitas ideal dan unggul. Beberapa prinsip utamanya adalah kejujuran, amanah dan menepati janji, keadilan, tolong-menolong, dan konsistensi. Prinsip-prinsip tersebut dianggap relevan dalam menghadapi krisis global saat ini, seperti krisis kemanusiaan dan kerusakan lingkungan.

Dalam upaya mengatasi tantangan tersebut, Kamaruddin menawarkan tiga solusi strategis, yaitu penguatan pendidikan multidimensional, kolaborasi regional untuk keberlanjutan, dan pembangunan kepemimpinan moral. Dia berharap konferensi tersebut menjadi awal terbentuknya forum kepemimpinan Islam yang dapat menghadapi tantangan regional dengan solusi yang terinspirasi dari Mabadi Khaira Ummah.

Semua Berita

Dr Adrian Hidayat Kapus Sungai Apit: Ajakan Menjaga Kebersihan Lingkungan demi Cegah DBD

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Untuk mencegah penularan penyakit DBD, penting bagi kita untuk membersihkan lingkungan sekitar rumah kita. Dengan curah hujan yang...

Tim Kuasa Hukum PT ABM Laporkan SP3 ke Komisi Reformasi Polri

Tim Kuasa Hukum PT Artha Bumi Mining (PT ABM) telah mengambil langkah untuk mengadukan penghentian penyidikan (SP3) terkait dugaan pemalsuan surat negara oleh penyidik Ditreskrimum Polda Sulawesi Tengah ke Komisi Percepatan Reformasi Polri. Dalam sebuah audiensi di Gedung Kementerian...

Tanggapan Bupati Kampar Ahmadyuzar terkait Peningkatan Jalan

Proyek peningkatan jalan di jalur HR Soebrantas menuju Kantor Bupati Kampar mengalami hambatan setelah beberapa warga setempat melakukan aksi penolakan terhadap proyek tersebut. Masalah utamanya diyakini terkait dengan masalah ganti rugi lahan yang belum mencapai kesepakatan. Bupati Kampar, Ahmad...

Kategori Berita