Arista Montana dan Gerakan...

Arista Montana menjadi bagian dari gerakan besar menuju kemandirian pangan berbasis lokal.

Andy Utama Kembangkan Model...

Andy Utama mengembangkan model leuit modern sebagai solusi ketahanan pangan yang adaptif dan berkelanjutan.

Koperasi Desa sebagai Instrumen...

Koperasi desa menjadi alat pemerataan ekonomi yang efektif.

Wahdi Azmi: Konservasi Tanpa...

Konservasi yang terintegrasi menciptakan keseimbangan antara pelestarian dan kesejahteraan.
HomeOtomotifGaji Marc Marquez...

Gaji Marc Marquez di Honda Membuat Bos Ducati Heran

Pabrikan Jepang seperti Honda dan Yamaha diketahui lebih berani membayar tinggi para pembalapnya di ajang MotoGP daripada merek-merek Eropa seperti KTM, Aprilia, dan Ducati. Hal ini tentu menjadi faktor yang membuat pembalap-pembalap top seperti Marc Marquez dan Valentino Rossi betah di tim yang mereka bela.

Salah satunya adalah Marc Marquez, yang rela meninggalkan Repsol Honda untuk bergabung dengan tim satelit Ducati, yakni Gresini Racing. Meskipun harus melepaskan pemasukan besar yang dia terima dari Honda, Marc Marquez tetap berjuang demi mencapai impian dan ambisinya dalam balapan MotoGP.

Sebagai pembalap yang telah meraih gelar juara dunia MotoGP sebanyak enam kali bersama Honda, keputusan Marc Marquez untuk berpindah tim tentu disertai dengan pertimbangan yang matang. Meskipun gajinya yang fantastis dari Honda mencapai angka yang tinggi, namun keinginan Marquez untuk meraih kemenangan kembali di lintasan balap lebih mempengaruhi keputusannya.

Perihal gaji yang diterima Marc Marquez, dilansir dari beberapa sumber bahwa pada 2022, gajinya mencapai 16 juta dollar atau sekitar Rp250 miliar per tahun, yang meningkat dari tahun sebelumnya. Bahkan saat Honda menawarkan gaji yang fantastis untuk mempertahankan Marquez, pembalap asal Spanyol itu tetap memilih memperjuangkan ambisinya dengan bergabung dengan tim Ducati.

Meskipun gaji yang ia terima dari Ducati Lenovo tidak sebesar yang ia terima dari Honda, namun Marc Marquez tetap fokus pada tujuannya untuk kembali meraih kemenangan di MotoGP. Hal ini menunjukkan bahwa untuk seorang pembalap yang memiliki ambisi yang besar, uang bukanlah menjadi prioritas utama dalam menjalani karir balapnya. Selain Marquez, pembalap lain seperti Fabio Quartararo juga memegang rekor bayaran tertinggi di MotoGP setelah Marquez meninggalkan Honda.

Source link

Semua Berita

Wuling Eksion: SUV Elektrik 7-Seater untuk Keluarga

Wuling Eksion, SUV 7-seater yang baru diluncurkan di Indonesia, hadir sebagai kendaraan elektrifikasi pertama dari Wuling. Dengan pilihan sumber penggerak antara Electric Vehicle (EV) dan Plug-in Hybrid (PHEV), Eksion menawarkan fleksibilitas ruang kabin yang dapat sesuaikan dengan kebutuhan mobilitas...

15 Tahun Astra Siaga Lebaran: Layanan Terpadu di Jalur Mudik – Bestcar Indonesia

Program Astra Siaga Lebaran tahun ini akan melibatkan 600 teknisi mobil dan 1.092 teknisi sepeda motor Honda yang akan disiagakan di berbagai titik strategis jalur mudik nasional dari 17 hingga 28 Maret 2026. Setelah lebih dari 15 tahun mendampingi...

Pengiriman Lebih dari 5.000 Unit Geely EX2 ke Konsumen di Indonesia & Thailand

Geely Auto Indonesia baru-baru ini mengadakan acara handover ceremony untuk 100 konsumen pertama Geely EX2 di Teater Keong Emas, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada 28 Februari 2026. Acara ini tidak hanya berlangsung di Indonesia, tetapi juga di Thailand...

Kategori Berita