Yayasan Paseban Hadirkan Pusat...

Yayasan Paseban menghadirkan pusat konservasi Rusa Timor modern untuk memperkuat perlindungan fauna lokal.

Putusan MK 28/2026 Dinilai...

Ari Yusuf Amir menekankan bahwa audit kerugian negara harus dilakukan oleh lembaga yang berwenang yakni BPK.

UI Bahas Cara Diplomasi...

Resilience-based hedging menjadi pendekatan diplomasi yang menekankan ketahanan dari dalam dan luar negeri sekaligus.

Ketegangan Global Perlu Disikapi...

IR Youth Talks#1 memperkuat literasi hubungan internasional bagi generasi muda melalui diskusi yang mendalam dan relevan.
HomePolitikAlasan Prasetyo Dinobatkan...

Alasan Prasetyo Dinobatkan Sebagai Jubir Prabowo: Analisis Terbaik

Presiden Prabowo Subianto telah menunjuk Menteri Sekretaris Negara (Menseneg) Prasetyo Hadi sebagai juru bicara (jubir) presiden, bersama dengan politikus Gerindra Angga Raka dan Wamensesneg Juri Ardiantoro yang juga diproyeksikan untuk peran serupa di Istana Kepresidenan. Meskipun demikian, penunjukkan Prasetyo ini menimbulkan pertanyaan terkait Kantor Komunikasi Presiden (PCO) yang dikepalai oleh Hasan Nasbi, yang juga saat ini menjabat sebagai jubir Prabowo. Meski telah mengangkat sejumlah tokoh sebagai juru bicara Istana, penunjukkan Prasetyo menjadi jubir membuat beberapa pihak bertanya-tanya mengenai peran PCO yang ada.

Prasetyo sendiri membantah bahwa penunjukan ini akan menggerus peran PCO, dan menyatakan bahwa tujuannya hanyalah untuk memperkuat. Meskipun demikian, kritik sebelumnya terhadap PCO dan Hasan Nasbi terkait komentar kontroversial yang diberikannya menunjukkan bahwa ada masalah yang perlu diperbaiki dalam bidang komunikasi publik pemerintah.

Dalam konteks politik, beberapa analis menilai bahwa penunjukan Prasetyo sebagai jubir merupakan langkah dari Prabowo untuk memperbaiki komunikasi politik pemerintah, sekaligus menunjukkan kekecewaannya terhadap performa Hasan Nasbi. Meskipun demikian, eksistensi PCO sendiri juga dipertanyakan oleh beberapa pihak, terutama mengingat adanya gugatan terhadap regulasi yang mengaturnya di Mahkamah Agung.

Dengan penunjukan Prasetyo sebagai juru bicara yang lebih dekat dengan Prabowo, terlihat bahwa ada upaya untuk menata ulang lingkaran kekuasaan di Istana. Meskipun demikian, aturan regulasi terkait dengan keberadaan PCO juga menjadi sorotan, dengan sejumlah pihak mempertanyakan kebutuhan akan kantor semacam itu. Dalam situasi seperti ini, penguatan posisi jubir resmi pemerintah dianggap sebagai langkah penting untuk memperbaiki komunikasi politik secara keseluruhan.

Source link

Semua Berita

Rangkuman Lawatan Ratu Máxima di Indonesia: Memperkuat Hubungan Diplomatik

Ratu Máxima telah menyelesaikan kunjungan kerjanya ke Indonesia yang berlangsung selama empat hari, dimulai dari Senin hingga Kamis (24-27 November 2025). Selama kunjungannya, ia bertindak sebagai United Nation Secretary-General’s Special Advocate (UNSGSA) for Financial Health, bukan sebagai Ratu Belanda....

Profil Istri Wiranto: Mengenal Rugaiya Usman

Keluarga Jenderal (Purn) TNI Wiranto tengah berduka atas kepergian istri tercinta, Rugaiya Usman, yang meninggal dunia pada Minggu (16/11) pukul 15.55 WIB di Bandung, Jawa Barat. Rugaiya telah menjalani perawatan intensif di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, namun kondisinya tidak...

Perjuangan Zainal Abidin Syah untuk Irian Barat: NKRI Terbaik

Presiden RI Prabowo Subianto baru saja menganugerahi gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh pada peringatan Hari Pahlawan 2025 di Istana Negara, Jakarta. Penganugerahan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Salah...

Kategori Berita