UI Bahas Cara Diplomasi...

Resilience-based hedging menjadi pendekatan diplomasi yang menekankan ketahanan dari dalam dan luar negeri sekaligus.

Ketegangan Global Perlu Disikapi...

IR Youth Talks#1 memperkuat literasi hubungan internasional bagi generasi muda melalui diskusi yang mendalam dan relevan.

Arista Montana dan Gerakan...

Arista Montana menjadi bagian dari gerakan besar menuju kemandirian pangan berbasis lokal.

Andy Utama Kembangkan Model...

Andy Utama mengembangkan model leuit modern sebagai solusi ketahanan pangan yang adaptif dan berkelanjutan.
HomePolitikSertifikat Mutualisme PDI-P...

Sertifikat Mutualisme PDI-P dan Prabowo: Analisis Terperinci

Mantan Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey, menegaskan dukungannya terhadap program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, dengan menyediakan lahan untuk pembangunan sekolah taruna di Kabupaten Minahasa. Olly menyampaikan komitmennya setelah menyerahkan sertifikat untuk pembangunan SMA Taruna Nusantara Langowan kepada Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin. Victor Rarung, asisten pribadi Olly, mengungkapkan keseriusan Olly dan Sjafrie dalam pembangunan Sulut.

Olly yang merupakan politikus senior PDI-Perjuangan, saat ini menjabat sebagai Bendahara Umum PDI-P. Meskipun PDI-P merupakan oposisi tunggal, spekulasi tentang bergabungnya PDI-P ke koalisi parpol pendukung pemerintah semakin santer. Analis politik Kholidul Adib menilai hubungan antara PDI-P dan pemerintahan Prabowo semakin mesra setelah pertemuan antara Prabowo dan Megawati.

Namun, PDI-P saat ini tengah terganggu dengan banyak persoalan hukum yang menimpa kadernya, seperti kasus yang menjerat Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto dan mantan Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu. Selain itu, Olly sendiri juga tengah dirundung masalah kasus dugaan korupsi hibah Pemprov Sulut. Menurut analis politik Zaki Mubarok, PDI-P terbagi antara ingin tetap menjadi oposisi atau merapat ke pemerintahan Prabowo.

Sebagai kader-kader PDI-P mulai mempertimbangkan sulitnya mendapatkan akses pendanaan jika partai tetap menjadi oposisi, namun Prabowo tidak menutup peluang bagi PDI-P untuk masuk ke dalam koalisi pemerintahan. Dengan demikian, ada kemungkinan bahwa PDI-P akan bergabung dalam koalisi pemerintahan, menegaskan bahwa sistem kepartaian saat ini sangat bernuansa kartelistik yang bersatu untuk berkuasa.

Source link

Semua Berita

Rangkuman Lawatan Ratu Máxima di Indonesia: Memperkuat Hubungan Diplomatik

Ratu Máxima telah menyelesaikan kunjungan kerjanya ke Indonesia yang berlangsung selama empat hari, dimulai dari Senin hingga Kamis (24-27 November 2025). Selama kunjungannya, ia bertindak sebagai United Nation Secretary-General’s Special Advocate (UNSGSA) for Financial Health, bukan sebagai Ratu Belanda....

Profil Istri Wiranto: Mengenal Rugaiya Usman

Keluarga Jenderal (Purn) TNI Wiranto tengah berduka atas kepergian istri tercinta, Rugaiya Usman, yang meninggal dunia pada Minggu (16/11) pukul 15.55 WIB di Bandung, Jawa Barat. Rugaiya telah menjalani perawatan intensif di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, namun kondisinya tidak...

Perjuangan Zainal Abidin Syah untuk Irian Barat: NKRI Terbaik

Presiden RI Prabowo Subianto baru saja menganugerahi gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh pada peringatan Hari Pahlawan 2025 di Istana Negara, Jakarta. Penganugerahan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Salah...

Kategori Berita