Yayasan Paseban Hadirkan Pusat...

Yayasan Paseban menghadirkan pusat konservasi Rusa Timor modern untuk memperkuat perlindungan fauna lokal.

Putusan MK 28/2026 Dinilai...

Ari Yusuf Amir menekankan bahwa audit kerugian negara harus dilakukan oleh lembaga yang berwenang yakni BPK.

UI Bahas Cara Diplomasi...

Resilience-based hedging menjadi pendekatan diplomasi yang menekankan ketahanan dari dalam dan luar negeri sekaligus.

Ketegangan Global Perlu Disikapi...

IR Youth Talks#1 memperkuat literasi hubungan internasional bagi generasi muda melalui diskusi yang mendalam dan relevan.
HomeBeritaAnak Jalanan Dimasukkan...

Anak Jalanan Dimasukkan ke Sekolah Rakyat: Solusi Terbaik

Pemerintah tengah mempersiapkan program Sekolah Rakyat, dengan mengutamakan anak jalanan untuk ikut serta. Sekretaris Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial, Idit Supriadi Priatna, menjelaskan bahwa anak jalanan yang akan masuk program ini merupakan mereka yang berada dalam desil 1 dan desil 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), terutama anak-anak yang tidak terdaftar lagi di Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Fokus utama program ini adalah pada anak-anak yang mengalami kemiskinan ekstrem dan tidak tercatat sebagai siswa.
Untuk memastikan program ini efektif, Kemensos telah membentuk tim bersama Dinas Sosial setempat yang akan turun langsung ke lapangan. Program Sekolah Rakyat ini akan mulai beroperasi pada 14 Juli 2025 dengan 100 unit sekolah berasrama yang menyediakan pendidikan gratis untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Seluruh biaya pendidikan dan kebutuhan dasar siswa akan ditanggung oleh negara sebagai bagian dari kebijakan afirmatif pemerintah untuk mensejahterakan keluarga miskin dan meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak dari kelompok ekonomi terendah.
Pelaksanaan program ini akan dikoodinasikan oleh Kementerian Sosial, sementara rekrutmen guru akan dilakukan oleh Badan Kepegawaian Negara bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Agama. Guru-guru Sekolah Rakyat harus lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan bersedia mengajar penuh waktu di lingkungan asrama. Kurikulum Sekolah Rakyat terdiri dari tiga dasar utama, yakni kurikulum karakter dan asrama oleh Kementerian Sosial, kurikulum sekolah formal oleh Kemendikdasmen, dan kurikulum pendidikan agama oleh Kementerian Agama untuk memperkuat pembentukan karakter dan nilai spiritual.

Source link

Semua Berita

Polsek Tanah Merah Dampingi Kelompok Tani Sejahtera

Personel Polsek Tanah Merah Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional Personel Polsek Tanah Merah terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan nasional. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan pendampingan dan pengecekan perkembangan...

Polsek KSKP Tembilahan Tinjau Lahan Jagung di Pekan Arba: Dukung Program Asta Cita

Polsek KSKP Tembilahan Tinjau Lahan Jagung di Pekan Arba Polisi Sektor Kawasan Pelabuhan (Polsek KSKP) Tembilahan melakukan kegiatan peninjauan lanjutan terhadap tanaman jagung dan distribusi pupuk NPK di lahan pertanian warga di Jalan Pekan Arba, Kelurahan Pekan Arba, Kecamatan Tembilahan,...

Polsek Tanah Merah Mendukung Petani Jagung di Indragiri Hilir untuk Swasembada Pangan

Dukungan Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan nasional terus dilakukan, kali ini jajaran Polsek Tanah Merah turun ke lapangan untuk memantau pertumbuhan tanaman jagung di Desa Selat Nama, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau. Pengecekan Tanaman Jagung...

Kategori Berita