Wednesday, February 18, 2026

Pelaporan Dugaan Korupsi Pembangunan...

Dugaan penyimpangan anggaran proyek pembangunan di SMP Negeri 6 Siak Hulu kembali menjadi...

Ayushita dan Gerald Situmorang:...

Pasangan selebriti Ayushita dan Gerald Situmorang baru-baru ini mengumumkan pernikahan mereka yang sudah...

Respons Sekjen Kemendikdasmen Terhadap...

Dugaan pungutan SPP di UPT SMP Negeri 4 Tapung Hulu, Desa Danau Lancang,...

Kasus Dugaan Perzinaan Inara...

Kasus dugaan perselingkuhan dan perzinaan yang melibatkan Inara Rusli dan Insanul Fahmi telah...
HomeprabowoPrabowo Criticizes Neoliberal...

Prabowo Criticizes Neoliberal Economics: Is Trickle Down Just a Myth?

Pada peringatan 27 tahun Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada Rabu malam (23 Juli), Presiden Joko Widodo dianggantikan oleh Presiden Indonesia saat ini, Prabowo Subianto, yang meluncurkan kritik tajam terhadap teori ekonomi neoliberal. Ia menyoroti keyakinan lama bahwa kekayaan yang terkonsentrasi di puncak akhirnya akan “menetes” ke populasi yang lebih luas, menyebutnya sebagai mitos yang belum pernah terwujud. Prabowo menegaskan bahwa tujuan sejati dari negara adalah untuk memastikan rakyat merasa aman, sejahtera, tanpa kemiskinan atau kelaparan, sesuai dengan Pasal 33 UUD 1945 yang menggarisbawahi fondasi perlindungan negara. Prabowo juga menekankan pentingnya demokrasi, tetapi menyatakan bahwa demokrasi tidak bermakna jika warga masih menghadapi kesulitan dasar. Dalam paparannya, Prabowo menekankan semangat ekonomi sejati UUD 1945 yang terkandung dalam Pasal 33, yang menyerukan pembangunan ekonomi berdasarkan prinsip kerjasama dan solidaritas keluarga, bukan konglomerasi korporat. Menolak ide neoliberalisme, yang membenarkan ketimpangan dengan asumsi bahwa kekayaan yang dihasilkan oleh orang kaya akhirnya akan menguntungkan semua orang melalui efek “menetes”, Prabowo menegaskan bahwa hal tersebut tidak valid. Visi Prabowo tentang penguatan ekonomi yang berpusat pada rakyat, sesuai dengan mandat konstitusi untuk melayani semua warga bukan hanya elit, tercermin dalam pidatonya. Ia menggarisbawahi komitmennya terhadap kebijakan ekonomi inklusif dan penolakan terhadap model yang memperpanjang ketimpangan.

Source link

Semua Berita

Prabowo Kembali dari Tiongkok: Tiba di Indonesia Rabu Malam

Prabowo Subianto kembali ke Indonesia setelah menghadiri perayaan 80 Tahun Kemenangan Perlawanan Rakyat Tiongkok di Beijing dan bertemu dengan Presiden Xi Jinping. Kedatangan Prabowo di Bandara Halim Perdanakusuma dikepalai oleh Menteri Sekretariat Negara Prasetyo Hadi. China menyatakan dukungan terhadap...

Prabowo’s Return From China: Essential Insights

Presiden Prabowo Subianto kembali ke Indonesia setelah mengunjungi Beijing untuk merayakan 80 tahun kemenangan China dalam Perang Perlawanan. Prabowo tiba di Bandara Halim Perdanakusuma pada Rabu malam, disambut oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Dalam pertemuan bilateral dengan Presiden...

Prabowo Subianto’s Beijing Meeting with Xi Jinping: Significant Agreements

Prabowo Subianto dan Xi Jinping bertemu di Beijing dan mencapai kesepakatan penting dalam pertemuan mereka. Dalam pertemuan tersebut, keduanya sepakat untuk menangani berbagai isu krusial yang mempengaruhi hubungan antara Indonesia dan Tiongkok. Prabowo Subianto, yang kala itu menjabat sebagai...

Kategori Berita