Yayasan Paseban Hadirkan Pusat...

Yayasan Paseban menghadirkan pusat konservasi Rusa Timor modern untuk memperkuat perlindungan fauna lokal.

Putusan MK 28/2026 Dinilai...

Ari Yusuf Amir menekankan bahwa audit kerugian negara harus dilakukan oleh lembaga yang berwenang yakni BPK.

UI Bahas Cara Diplomasi...

Resilience-based hedging menjadi pendekatan diplomasi yang menekankan ketahanan dari dalam dan luar negeri sekaligus.

Ketegangan Global Perlu Disikapi...

IR Youth Talks#1 memperkuat literasi hubungan internasional bagi generasi muda melalui diskusi yang mendalam dan relevan.
HomeprabowoAnalisis Ekonomi: Program...

Analisis Ekonomi: Program MBG dan 94 Ribu Tenaga Kerja

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah terbukti memberikan manfaat tidak hanya dalam peningkatan asupan gizi bagi siswa, ibu hamil, dan balita, tetapi juga dalam memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat. Dalam hampir tujuh bulan pelaksanaannya, program ini telah menciptakan lapangan kerja langsung bagi 94 ribu orang yang tersebar di 2.391 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Dengan penambahan jumlah SPPG di berbagai daerah, penyerapan tenaga kerja terus meningkat dari bulan ke bulan. Dari 7 ribu tenaga kerja pada awal pelaksanaan program hingga mencapai 94 ribu tenaga kerja di bulan Juli. Tidak hanya itu, anggaran yang terserap juga meningkat secara signifikan dari Rp1-2 triliun di awal pelaksanaan program menjadi Rp5,1 triliun di akhir semester pertama tahun 2025.

Menurut Tenaga Ahli Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Fithra Faisal, Program MBG memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat dengan membuka peluang lapangan kerja. Fithra juga menyatakan bahwa penyerapan tenaga kerja diprediksi akan terus meningkat seiring percepatan pencairan anggaran di semester kedua tahun ini. Dengan rencana penerima manfaat mencapai 20 juta orang di 8 ribu SPPG pada bulan Agustus, anggaran yang terserap diprediksi mencapai Rp8 triliun.

Badan Gizi Nasional (BGN) juga berencana merekrut tenaga kerja dari kalangan keluarga miskin untuk dapur SPPG dengan minimal 30 persen berasal dari keluarga prasejahtera. Langkah ini diharapkan dapat membantu mengurangi angka kemiskinan ekstrim sambil meningkatkan efisiensi dalam manajemen dan logistik Program MBG. Semua upaya ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi perekonomian masyarakat Indonesia.

Source link

Semua Berita

Prabowo Kembali dari Tiongkok: Tiba di Indonesia Rabu Malam

Prabowo Subianto kembali ke Indonesia setelah menghadiri perayaan 80 Tahun Kemenangan Perlawanan Rakyat Tiongkok di Beijing dan bertemu dengan Presiden Xi Jinping. Kedatangan Prabowo di Bandara Halim Perdanakusuma dikepalai oleh Menteri Sekretariat Negara Prasetyo Hadi. China menyatakan dukungan terhadap...

Prabowo’s Return From China: Essential Insights

Presiden Prabowo Subianto kembali ke Indonesia setelah mengunjungi Beijing untuk merayakan 80 tahun kemenangan China dalam Perang Perlawanan. Prabowo tiba di Bandara Halim Perdanakusuma pada Rabu malam, disambut oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Dalam pertemuan bilateral dengan Presiden...

Prabowo Subianto’s Beijing Meeting with Xi Jinping: Significant Agreements

Prabowo Subianto dan Xi Jinping bertemu di Beijing dan mencapai kesepakatan penting dalam pertemuan mereka. Dalam pertemuan tersebut, keduanya sepakat untuk menangani berbagai isu krusial yang mempengaruhi hubungan antara Indonesia dan Tiongkok. Prabowo Subianto, yang kala itu menjabat sebagai...

Kategori Berita