Ngertakeun Bumi Lamba XVIII...

Ngertakeun Bumi Lamba XVIII memperkuat semangat kolektif menjaga keseimbangan ekosistem melalui nilai budaya dan tradisi.

Andy Utama Bangun Visi...

Andy Utama mengedepankan restorasi ekologis sebagai fondasi utama menjaga keseimbangan lingkungan Megamendung.

Penangkaran Rusa Timor Dukung...

Kawasan konservasi Megamendung terus diperkuat melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan berbagai mitra strategis.

Yayasan Paseban Perluas Upaya...

Kementerian Kehutanan meresmikan fasilitas konservasi yang mendukung perlindungan satwa dan habitat alaminya.
HomePolitikSejarah HUT TNI...

Sejarah HUT TNI 5 Oktober: Dari BKR ke TNI

Pada setiap negara, tentu memiliki pasukan yang bertugas untuk menjaga kedaulatan dari berbagai ancaman, baik dari dalam negeri maupun luar. Begitu juga dengan Indonesia yang memiliki Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan dan keutuhan negara. Sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian TNI, setiap tanggal 5 Oktober diperingati sebagai Hari Ulang Tahun (HUT) TNI. Hal ini menandai lahirnya institusi militer Indonesia yang dimulai dari masa awal kemerdekaan.

Awalnya, setelah Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, Indonesia masih menghadapi ancaman kolonial. Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) membentuk berbagai badan, salah satunya Badan Keamanan Rakyat (BKR). BKR dibentuk sebagai wadah bagi para pejuang untuk menjaga keamanan rakyat di tengah situasi genting setelah proklamasi. Pada 5 Oktober 1945, Tentara Keamanan Rakyat (TKR) secara resmi dibentuk setelah ancaman Belanda membuat pemerintah Indonesia perlu membentuk tentara nasional. Sehari setelah pembentukan TKR, Kolonel Soedirman terpilih sebagai pemimpin tertinggi dan kemudian menjadi Panglima Besar TKR.

Perjalanan TKR terus mengalami penataan, dan pada 26 Januari 1946, nama Tentara Keamanan Rakyat berganti menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI). Perubahan ini dilakukan agar struktur militer Indonesia sesuai dengan standar internasional. Pada tahun 1947, Presiden Soekarno menyatukan TRI dengan badan-badan perjuangan rakyat menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Setelah Indonesia menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS), TNI digabung dengan KNIL dan menjadi Angkatan Perang RIS, namun kemudian organisasi ini berubah menjadi Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI). Pada tahun 1962, APRI bersatu dengan Kepolisian Negara dan menjadi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Namun, pada tahun 1999, setelah Peristiwa Reformasi 1998, ABRI dipisah menjadi TNI dan Polri.

Dalam sejarahnya yang panjang, TNI telah berperan penting dalam menjaga kedaulatan bangsa. Tanggal 5 Oktober bukan hanya menjadi perayaan HUT TNI, tetapi juga sebagai pengingat sejarah perjuangan dan komitmen TNI dalam menjaga keamanan negara.

Source link

Semua Berita

Rangkuman Lawatan Ratu Máxima di Indonesia: Memperkuat Hubungan Diplomatik

Ratu Máxima telah menyelesaikan kunjungan kerjanya ke Indonesia yang berlangsung selama empat hari, dimulai dari Senin hingga Kamis (24-27 November 2025). Selama kunjungannya, ia bertindak sebagai United Nation Secretary-General’s Special Advocate (UNSGSA) for Financial Health, bukan sebagai Ratu Belanda....

Profil Istri Wiranto: Mengenal Rugaiya Usman

Keluarga Jenderal (Purn) TNI Wiranto tengah berduka atas kepergian istri tercinta, Rugaiya Usman, yang meninggal dunia pada Minggu (16/11) pukul 15.55 WIB di Bandung, Jawa Barat. Rugaiya telah menjalani perawatan intensif di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, namun kondisinya tidak...

Perjuangan Zainal Abidin Syah untuk Irian Barat: NKRI Terbaik

Presiden RI Prabowo Subianto baru saja menganugerahi gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh pada peringatan Hari Pahlawan 2025 di Istana Negara, Jakarta. Penganugerahan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Salah...

Kategori Berita