UI Bahas Cara Diplomasi...

Resilience-based hedging menjadi pendekatan diplomasi yang menekankan ketahanan dari dalam dan luar negeri sekaligus.

Ketegangan Global Perlu Disikapi...

IR Youth Talks#1 memperkuat literasi hubungan internasional bagi generasi muda melalui diskusi yang mendalam dan relevan.

Arista Montana dan Gerakan...

Arista Montana menjadi bagian dari gerakan besar menuju kemandirian pangan berbasis lokal.

Andy Utama Kembangkan Model...

Andy Utama mengembangkan model leuit modern sebagai solusi ketahanan pangan yang adaptif dan berkelanjutan.
HomeBeritaMahasiswa Yogyakarta Asal...

Mahasiswa Yogyakarta Asal Inhil Menolak Rencana Pemda Inhil Berutang

Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) berencana mengajukan pinjaman daerah sebesar Rp200 miliar ke PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI), namun rencana ini kembali menuai sorotan. Irsyad Wahidi, seorang mahasiswa asal Inhil yang sedang menempuh studi Pascasarjana di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, menilai bahwa kebijakan peminjaman tersebut belum memiliki arah yang jelas dan minim transparansi. Menurutnya, pemerintah daerah belum memberikan informasi yang memadai kepada publik terkait detail rencana tersebut, kajian strategis, dan urgensi fiskal yang menjadi dasar pengambilan keputusan untuk berutang sebesar itu. Irsyad menyoroti pentingnya memastikan bahwa pinjaman tersebut benar-benar akan memberikan manfaat bagi masyarakat dan tidak akan menyulitkan keuangan daerah di masa mendatang.

Ia juga mengatakan bahwa pemerintah harus menjelaskan dengan lebih jelas mengenai prioritas penggunaan dana pinjaman, termasuk jenis kegiatan pembangunan yang akan dilaksanakan. Jika peminjaman bertujuan untuk meningkatkan kapasitas APBD dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat, Irsyad menyatakan bahwa itu patut didukung. Namun, jika peminjaman hanya akan digunakan untuk pembangunan tetapi rincian rencana pembangunan tersebut tidak disampaikan oleh pemerintah, maka hal ini menjadi pertanyaan besar bagi masyarakat. Irsyad menegaskan bahwa kebijakan utang harus diambil dengan hati-hati dan tidak boleh menjadi beban fiskal baru yang akan merugikan keuangan daerah di kemudian hari.

Menurutnya, jika pinjaman tidak memberikan manfaat nyata dan justru akan memberatkan keuangan daerah, maka langkah tersebut sebaiknya ditolak. Irsyad menekankan pentingnya transparansi, pertimbangan matang, dan tanggung jawab terhadap keuangan daerah dalam mengambil keputusan terkait utang daerah.

Source link

Semua Berita

Pantau Perkembangan Tanaman Jagung di Desa Teluk Bunian: Update Bhabinkamtibmas Terbaru

Bhabinkamtibmas Pantau Perkembangan Tanaman Jagung di Desa Teluk Bunian Pada Rabu (13/5/2025), jajaran Polsek Pelangiran turut aktif dalam mendukung program ketahanan pangan nasional dengan melaksanakan kegiatan pemantauan perkembangan tanaman jagung di Desa Teluk Bunian, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir. Upaya Polsek...

Bupati Luncurkan Buku Profil Ulama Kharismatik Kabupaten Bengkalis Vol. II

Bupati Bengkalis Meluncurkan Buku Profil Ulama Kharismatik Kabupaten Bengkalis Jilid II Pada hari Selasa, 12 Mei 2026, Bupati Bengkalis meluncurkan buku "Profil Ulama Kharismatik Kabupaten Bengkalis Jilid II" yang berisi tentang sosok dan perjuangan para ulama terkemuka di Kabupaten Bengkalis....

Bupati Inhil Lepas Jamaah Haji ke Tanah Suci: Berita Terbaru

Bupati Inhil Berikan Pesan Khusus kepada Jamaah Haji Tembilahan - Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Herman, memberikan pesan-pesan penting kepada jamaah haji saat melepas keberangkatan mereka dari Embarkasi Batam menuju Tanah Suci pada Rabu (29/4). Menurut Bupati Herman, ibadah haji adalah...

Kategori Berita