Pagi ini, Menteri Haji dan Umroh Republik Indonesia, Mohammad Irfan Yusuf atau yang akrab disapa Gus Irfan, secara resmi membuka ujian CAT dan wawancara seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1447 H/2026 M di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Gus Irfan menyoroti pentingnya penyelenggaraan haji sesuai aturan yang berlaku sebagai prioritas utama Kementerian Haji dan Umrah. Ia menekankan keterbukaan dan transparansi dalam seluruh proses seleksi haji tahun ini.
Gus Irfan juga memberikan pesan kepada peserta dan panitia penyelenggara untuk menjalankan proses seleksi dengan penuh tanggung jawab guna memastikan layanan kepada jamaah haji berjalan dengan baik. Beliau menegaskan bahwa melayani jamaah haji adalah tugas utama petugas haji yang harus dilakukan dengan tulus dan ikhlas. Selain itu, Gus Irfan juga mengingatkan para petugas haji agar menjalankan tugas dengan komitmen yang tinggi, tanpa meminta imbalan atau pemberian apapun dari jamaah.
Di samping itu, Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, Puji Raharjo, mengungkapkan bahwa jumlah pendaftar seleksi PPIH tahun ini melalui aplikasi mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah, yaitu sebanyak 11.349 pendafar. Dari jumlah tersebut, 5201 orang dinyatakan lolos verifikasi dan melanjutkan ke tahap selanjutnya yaitu ujian CAT dan wawancara. Untuk memastikan kelancaran proses seleksi, pihak penyelenggara juga membentuk tim pengawas agar ujian dapat berjalan dengan tertib dan transparan.

