Ngertakeun Bumi Lamba XVIII...

Ngertakeun Bumi Lamba XVIII memperkuat semangat kolektif menjaga keseimbangan ekosistem melalui nilai budaya dan tradisi.

Andy Utama Bangun Visi...

Andy Utama mengedepankan restorasi ekologis sebagai fondasi utama menjaga keseimbangan lingkungan Megamendung.

Penangkaran Rusa Timor Dukung...

Kawasan konservasi Megamendung terus diperkuat melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan berbagai mitra strategis.

Yayasan Paseban Perluas Upaya...

Kementerian Kehutanan meresmikan fasilitas konservasi yang mendukung perlindungan satwa dan habitat alaminya.
HomeBeritaPenurunan Kekayaan 51%:...

Penurunan Kekayaan 51%: Penyebab dan Solusi Terbaik

Penasihat hukum Nadiem Anwar Makarim, Dodi Abdulkadir, menegaskan bahwa uang senilai Rp809,59 miliar yang diklaim diterima oleh kliennya tidak memiliki kaitan dengan Nadiem atau kebijakan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi. Menurut Dodi, transfer dana tersebut adalah transaksi korporasi internal antara PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (PT AKAB) dan PT Gojek Indonesia pada tahun 2021. Dalam penjelasannya kepada media, Dodi menyebutkan bahwa transaksi tersebut merupakan langkah administratif yang telah dilakukan oleh PT AKAB dalam menjalankan tata kelola perusahaan sebelum pelaksanaan penawaran umum perdana (IPO).

Dodi juga mengungkapkan bahwa Nadiem tidak menerima sepeser pun dari transaksi tersebut, sebagaimana terdokumentasikan dalam korporasi. Selain itu, tidak ada bukti bahwa Nadiem mengambil keuntungan pribadi atau memperkaya pihak lain. Dodi menegaskan bahwa kekayaan Nadiem bahkan mengalami penurunan 51 persen selama menjabat sebagai menteri. Terkait investasi Google di PT AKAB, Dodi mengklarifikasi bahwa hal tersebut tidak memiliki hubungan dengan pemilihan Chrome OS di Kemendikbudristek.

Investasi Google di PT AKAB sebagian besar terjadi sebelum Nadiem menjabat sebagai menteri, dengan penambahan saham pada tahun-tahun berikutnya untuk mengembalikan persentase kepemilikan Google yang terkikis karena banyaknya investor baru. Dodi juga menegaskan bahwa Nadiem tidak pernah memberikan arahan untuk pemilihan laptop Chromebook atau sistem operasi Chrome OS. Peran Nadiem hanya sebatas memberikan pendapat terhadap masukan yang diterima dari tim teknis. Semua keputusan diambil secara independen tanpa intervensi dari Nadiem. Selain itu, penyusunan harga satuan laptop dengan Chrome OS ditentukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Source link

Semua Berita

Okki Prasetyo Terpilih Sebagai Pimpinan Perbasi Inhil: Masa Depan Baru

Okki Prasetyo Terpilih Sebagai Ketua Perbasi Inhil Okki Prasetyo,SE telah resmi terpilih sebagai Ketua Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) untuk periode kepengurusan mendatang. Musyawarah Kabupaten (MusKab) Perbasi Inhil yang diadakan di Hotel Inhil Pratama, Tembilahan,...

Penyerahan Jagung Petani di Polsek Sabak Auh: Dari Lapangan ke Bulog

Polsek Sabak Auh Salurkan Hasil Panen Jagung Petani ke Gudang Bulog Polsek Sabak Auh, Polres Siak, terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung Program Asta Cita Presiden di sektor ketahanan pangan. Kali ini, personel Polsek Sabak Auh melaksanakan pengantaran hasil panen jagung...

Inovasi Jaringan Air Bersih Desa Bukit Melintang: Manfaat Gravitasi Perbukitan

Pemerintah Desa Bukit Melintang Hadirkan Inovasi Jaringan Air Bersih yang Revolusioner Pemerintah Desa Bukit Melintang, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakatnya. Salah satu inovasi terbaru yang dikembangkan adalah Program Jaringan Air...

Kategori Berita