Yayasan Paseban Hadirkan Pusat...

Yayasan Paseban menghadirkan pusat konservasi Rusa Timor modern untuk memperkuat perlindungan fauna lokal.

Putusan MK 28/2026 Dinilai...

Ari Yusuf Amir menekankan bahwa audit kerugian negara harus dilakukan oleh lembaga yang berwenang yakni BPK.

UI Bahas Cara Diplomasi...

Resilience-based hedging menjadi pendekatan diplomasi yang menekankan ketahanan dari dalam dan luar negeri sekaligus.

Ketegangan Global Perlu Disikapi...

IR Youth Talks#1 memperkuat literasi hubungan internasional bagi generasi muda melalui diskusi yang mendalam dan relevan.
HomeBeritaPeran Aparat Dalam...

Peran Aparat Dalam Respons Cepat Terhadap Keinginan Masyarakat

Kerusakan hutan di wilayah hulu Kabupaten Kampar menjadi perhatian serius bagi masyarakat setempat. Kawasan hutan di sekitar Kelurahan Batu Bersurat dan Desa Tanjung Alai, Kecamatan XIII Koto Kampar dilaporkan telah mengalami pembabatan oleh pihak tak bertanggung jawab. Aktivitas perusakan ini dipandang mengancam ekosistem hutan dan juga keberlangsungan objek wisata alam Air Terjun Gulamo, yang merupakan salah satu destinasi wisata utama di Kampar.

Dampak dari kerusakan hutan tersebut dikhawatirkan akan merugikan masa depan, dengan risiko banjir, longsor, krisis air bersih, dan kerusakan pariwisata alam yang menjadi daya tarik daerah. Masyarakat mengungkapkan keprihatinan mendalam atas situasi ini dan menuntut tindakan cepat dari pihak kepolisian kehutanan, aparat penegak hukum, tokoh adat, dan Pemerintah Kabupaten Kampar. Mereka meminta penertiban aktivitas illegal, penegakan hukum terhadap pelaku, serta perlindungan yang kuat terhadap sisa-sisa hutan yang masih ada.

Wilayah sekitar Air Terjun Gulamo bukan hanya lahan hijau, tetapi juga berperan sebagai daerah penyangga ekosistem dan resapan air. Dampak dari kerusakan hutan di hulu dikhawatirkan akan berdampak buruk bagi lingkungan di sekitarnya. Meskipun telah ada desakan dari masyarakat, aktivitas perusakan hutan masih terus berlangsung tanpa hambatan, memunculkan pertanyaan tentang efektivitas pengawasan pemerintah dan aparat terkait.

Masyarakat menegaskan perlunya tindakan tegas dan komitmen sungguh-sungguh dalam menjaga hutan Kampar. Mereka mengingatkan bahwa penyelamatan lingkungan adalah tanggung jawab bersama, tetapi kewajiban utama ada pada negara dan pemerintah daerah. Masyarakat meminta agar tindakan dilakukan tanpa menunggu bencana baru terjadi. Hingga saat ini, belum ada informasi resmi dari pihak berwenang terkait dugaan pembabatan hutan di daerah tersebut.

Source link

Semua Berita

Pantau Perkembangan Tanaman Hortikultura di Tagagiri Tama Jaya

Bhabinkamtibmas Pantau Perkembangan Tanaman Hortikultura di Desa Tagagiri Tama Jaya Indragiri Hilir - Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sektor pertanian, Bhabinkamtibmas Polsek Pelangiran BRIPKA HP. Siregar melakukan pemantauan perkembangan tanaman hortikultura di Kebun Sayuran...

Pajak Tembilahan Film Festival: Berita Pembayaran Resmi

Permintaan Koreksi Tembilahan Film Festival Terkait Pajak Kuasa Hukum Tembilahan Film Festival (TFF), Dr. Yudhia Perdana Sikumbang, S.H., M.H., telah mengajukan hak jawab dan permintaan koreksi terbuka terkait pemberitaan yang menuduh TFF menggelapkan pajak. Hak Jawab dan Permintaan Koreksi Dalam surat...

Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Riau: Fokus 10 Sasaran Prioritas

Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 untuk Keselamatan Bersama Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri akan melaksanakan Operasi Patuh Tahun 2026 secara serentak di seluruh Indonesia mulai tanggal 8 hingga 21 Juni 2026. Di Provinsi Riau, kegiatan ini bertajuk Operasi Patuh Lancang...

Kategori Berita