Kemarin, Kepolisian memastikan tidak menemukan hal yang mencurigakan dalam proses produksi es kue jadul yang menjadi viral dan disangkakan berbahan spons. Penyidik yang mengunjungi pabrik es gabus di Depok, Jawa Barat, menyatakan hasil inspeksi menunjukkan bahwa proses pembuatan es gabus masih dalam standar normal dan menggunakan bahan-bahan makanan biasa. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat, Ajun Komisaris Besar Polisi Roby Heri Saputra, mengungkapkan bahwa pemeriksaan awal tidak menunjukkan adanya kejanggalan. Namun, proses selanjutnya akan menunggu hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan dan Laboratorium Forensik (Labfor) Polri terkait kandungan makanan dalam es gabus dari pabrik tersebut. Polisi juga menegaskan bahwa pabrik es gabus tersebut merupakan usaha rumahan, tanpa indikasi penggunaan bahan berbahaya seperti styrofoam dalam produksi. Es gabus dari pabrik tersebut tidak hanya dijual oleh satu pedagang, tetapi juga oleh beberapa lainnya. Hingga saat ini, tidak ada laporan resmi dari konsumen atau pedagang terkait masalah ini.

