Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) turut serta dalam kegiatan Press Release BRS Inflasi Tembilahan Maret 2026 yang diselenggarakan di Aula Kantor Bapperida, Tembilahan. Acara ini dilaksanakan atas arahan Bupati Indragiri Hilir yang diwakili oleh Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Indragiri Hilir, Dwi Budianto. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Indragiri Hilir, Zuliyadi, menyampaikan perkembangan inflasi bulan Maret 2026. Data BPS menunjukkan bahwa inflasi month to month (m-to-m) Tembilahan mencapai 0,17 persen, sedangkan inflasi secara tahunan (year on year/y-on-y) sebesar 0,87 persen, dengan inflasi tahun kalender (year to date/y-to-d) mencapai 4,71 persen.
Infografis yang disajikan menunjukkan bahwa kelompok pengeluaran yang paling berkontribusi terhadap inflasi berasal dari makanan, minuman, dan tembakau. Meskipun demikian, beberapa komoditas lain juga ikut berperan dalam kenaikan harga meskipun dalam proporsi yang lebih kecil. Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah bersama instansi terkait berusaha untuk mengidentifikasi penyebab kenaikan harga dan merumuskan langkah-langkah strategis guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir. Koordinasi dan pengawasan terhadap komoditas penyumbang inflasi ditingkatkan untuk memastikan inflasi tetap terkendali dan tidak berdampak signifikan terhadap perekonomian daerah.

