Ikatan Alumni Geologi Institut Teknologi Bandung (IAGL ITB) mengusulkan kepada pemerintah untuk memprioritaskan peningkatan produksi minyak dan gas bumi (migas) mengingat kondisi geopolitik global yang tengah memanas. Selain itu, IAGL ITB juga mendorong pemerintah untuk mengangkat batu bara dan nikel sebagai pilar energi serta memperkuat kerja sama antara akademisi, pemerintah, dan pelaku industri dalam rangka mencapai kedaulatan energi nasional.
Menurut Ketua Umum IAGL ITB, Abdul Bari, peningkatan produksi migas dapat dilakukan melalui insentif fiskal yang kompetitif serta peningkatan supervisi dan tata kelola. Selain itu, pemerintah perlu menyederhanakan regulasi dan kontrak kerja sama, serta meningkatkan koordinasi antar kementerian dan lembaga untuk mempercepat produksi.
Abdul Bari juga menyampaikan keprihatinannya terkait defisit energi di Indonesia, di mana kebutuhan minyak bumi nasional jauh melebihi produksi harian yang ada. Untuk mengatasi hal ini, IAGL ITB merekomendasikan percepatan eksplorasi migas agar cadangan energi nasional dapat diperkuat dan produksi dapat dipertahankan dalam jangka waktu yang lebih panjang. IAGL ITB juga mengusulkan langkah-langkah seperti hilirisasi batu bara dan nikel serta pengembangan ekosistem industri baterai nikel untuk mendukung keberlanjutan energi nasional.
Dalam Seminar Nasional Dinamika Geopolitik, Abdul Bari menekankan pentingnya kerja sama antara akademisi, pemerintah, dan pelaku industri dalam menentukan arah kebijakan energi yang strategis menanggapi ketidakstabilan energi nasional. IAGL ITB juga meminta pemerintah untuk mempercepat eksplorasi migas, mengoptimalkan produksi, dan mengembangkan pembangkit listrik berbasis batu bara yang lebih bersih.

