Yayasan Paseban Hadirkan Pusat...

Yayasan Paseban menghadirkan pusat konservasi Rusa Timor modern untuk memperkuat perlindungan fauna lokal.

Putusan MK 28/2026 Dinilai...

Ari Yusuf Amir menekankan bahwa audit kerugian negara harus dilakukan oleh lembaga yang berwenang yakni BPK.

UI Bahas Cara Diplomasi...

Resilience-based hedging menjadi pendekatan diplomasi yang menekankan ketahanan dari dalam dan luar negeri sekaligus.

Ketegangan Global Perlu Disikapi...

IR Youth Talks#1 memperkuat literasi hubungan internasional bagi generasi muda melalui diskusi yang mendalam dan relevan.
HomeBeritaJalur Karier Menakjubkan:...

Jalur Karier Menakjubkan: Dari Penjara ke Menteri Lingkungan Hidup

Mohammad Jumhur Hidayat: Dari Aktivis Buruh Hingga Menjadi Menteri Lingkungan Hidup

Pada Senin, 27 April 2026, Mohammad Jumhur Hidayat kembali meraih sorotan publik setelah diresmikan sebagai Menteri Lingkungan Hidup oleh Presiden Prabowo Subianto. Penunjukan ini merupakan bagian dari reshuffle kabinet yang dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta. Melalui langkah ini, Jumhur memasuki babak baru dalam perjalanan panjangnya sebagai aktivis buruh yang vokal.

Jumhur Hidayat: Aktivis Senior yang Meniti Karir Politik

Sebelum menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur menggantikan posisi Hanif Faisol yang kini menjabat sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan. Namun, sosok Jumhur bukanlah nama baru dalam panggung politik Indonesia. Sejak era reformasi, ia telah dikenal sebagai tokoh buruh senior, aktivis sosial, dan figur yang selalu berada di garda terdepan menghadapi dinamika kebijakan pemerintah.

Perjalanan Panjang Jumhur Hidayat menuju Menteri Lingkungan Hidup

Mohammad Jumhur Hidayat lahir di Bandung pada 18 Februari 1968. Sejak masa kuliahnya di Institut Teknologi Bandung (ITB), ia aktif sebagai aktivis mahasiswa yang kritis terhadap kebijakan pemerintah. Berbagai aksi demonstrasi yang ia pimpin, termasuk isu perampasan tanah rakyat kecil pada masa Orde Baru, mencerminkan komitmen dan ketegasannya dalam memperjuangkan hak-hak rakyat kecil dan demokrasi.

Setelah menjalani masa tahanan dan bebas pada tahun 1989, Jumhur tidak berhenti dalam perjuangannya. Ia terus aktif melalui berbagai organisasi sosial dan buruh, seperti Yayasan Kesejahteraan Pekerja Indonesia (YKPI) dan Gabungan Serikat Pekerja Merdeka Indonesia (Gaspermindo). Melalui kepemimpinannya di Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Jumhur terus memperjuangkan hak-hak pekerja di Indonesia.

Selain itu, Jumhur juga terlibat dalam aksi solidaritas internasional dan pernah menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) pada periode 2007-2014. Perannya dalam menangani isu perlindungan tenaga kerja Indonesia di luar negeri menunjukkan dedikasinya terhadap upaya pemberantasan perdagangan manusia.

Source link

Semua Berita

Upacara Harkitnas ke-118: Wabup Rohul Ajak Jaga Tunas Bangsa

Upacara Harkitnas Ke-118 di Kabupaten Rokan Hulu Dihadiri Wakil Bupati Pasir Pengaraian - Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di Kabupaten Rokan Hulu berlangsung khidmat di halaman Kantor Bupati Rohul pada Rabu (20/5/2026). Wakil Bupati Rokan Hulu, H. Syafaruddin Poti,...

Polisi Turun ke Sawah: Polsek Sungai Batang Dampingi Petani

Polisi Dampingi Petani demi Ketahanan Pangan Polisi Sahabat Petani: Dukungan Polsek Sungai Batang untuk Ketahanan Pangan Polisi Turun ke Lahan Pertanian Jajaran Polsek Sungai Batang, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, terus menggencarkan Program Polisi Sahabat Petani sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan nasional....

Polsek Tanah Merah Dampingi Kelompok Tani Sejahtera

Personel Polsek Tanah Merah Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional Personel Polsek Tanah Merah terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan nasional. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan pendampingan dan pengecekan perkembangan...

Kategori Berita