Mafirion Minta Pemerintah Usut Tuntas Kematian Ibu Hamil di Intan Jaya
Anggota Komisi XIII DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Mafirion, mendesak pemerintah untuk melakukan investigasi mendalam terkait kematian Melkiana Duwita, seorang ibu hamil yang tertembak di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.
Permintaan Pemusnahan Pelaku dan Perlindungan Warga Sipil
Mafirion menegaskan bahwa kematian ibu hamil akibat konflik bersenjata merupakan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan merupakan alarm bahwa perlindungan terhadap warga sipil di daerah konflik belum berjalan dengan optimal. Menurutnya, pemerintah harus melakukan investigasi yang independen, transparan, dan akuntabel untuk mengungkap siapa pelaku di balik penembakan tersebut.
Peristiwa tragis ini terjadi di rumah orang tua korban di Kampung Wandoga, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya. Korban yang tengah hamil delapan bulan tewas setelah tertembak satu peluru yang menembus dinding rumahnya. Meskipun Komando Operasi Habema membantah keterlibatan dalam penembakan, Mafirion tetap menegaskan perlunya pengusutan menyeluruh untuk memberikan keadilan bagi korban dan keluarganya.
Panggilan untuk Penyelesaian Konflik dan Perlindungan Perempuan
Mafirion juga menyoroti dampak konflik yang berkepanjangan di Papua terhadap masyarakat sipil, terutama perempuan yang rentan menjadi korban. Selain menuntut penyelesaian konflik yang komprehensif, ia meminta pemerintah untuk memperkuat perlindungan terhadap warga sipil, terutama dalam akses layanan kesehatan, keamanan kawasan permukiman, dan bantuan kemanusiaan.
Perlindungan hak asasi manusia (HAM) harus menjadi prioritas utama dalam penanganan konflik di Papua agar setiap warga sipil dapat hidup dalam kedamaian dan tanpa rasa takut akan kekerasan.

