Ngertakeun Bumi Lamba XVIII...

Ngertakeun Bumi Lamba XVIII memperkuat semangat kolektif menjaga keseimbangan ekosistem melalui nilai budaya dan tradisi.

Andy Utama Bangun Visi...

Andy Utama mengedepankan restorasi ekologis sebagai fondasi utama menjaga keseimbangan lingkungan Megamendung.

Penangkaran Rusa Timor Dukung...

Kawasan konservasi Megamendung terus diperkuat melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan berbagai mitra strategis.

Yayasan Paseban Perluas Upaya...

Kementerian Kehutanan meresmikan fasilitas konservasi yang mendukung perlindungan satwa dan habitat alaminya.
HomeBeritaIbu Hamil Korban...

Ibu Hamil Korban Tembakan: Desak Investigasi Transparan

Mafirion Minta Pemerintah Usut Tuntas Kematian Ibu Hamil di Intan Jaya

Anggota Komisi XIII DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Mafirion, mendesak pemerintah untuk melakukan investigasi mendalam terkait kematian Melkiana Duwita, seorang ibu hamil yang tertembak di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.

Permintaan Pemusnahan Pelaku dan Perlindungan Warga Sipil

Mafirion menegaskan bahwa kematian ibu hamil akibat konflik bersenjata merupakan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan merupakan alarm bahwa perlindungan terhadap warga sipil di daerah konflik belum berjalan dengan optimal. Menurutnya, pemerintah harus melakukan investigasi yang independen, transparan, dan akuntabel untuk mengungkap siapa pelaku di balik penembakan tersebut.

Peristiwa tragis ini terjadi di rumah orang tua korban di Kampung Wandoga, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya. Korban yang tengah hamil delapan bulan tewas setelah tertembak satu peluru yang menembus dinding rumahnya. Meskipun Komando Operasi Habema membantah keterlibatan dalam penembakan, Mafirion tetap menegaskan perlunya pengusutan menyeluruh untuk memberikan keadilan bagi korban dan keluarganya.

Panggilan untuk Penyelesaian Konflik dan Perlindungan Perempuan

Mafirion juga menyoroti dampak konflik yang berkepanjangan di Papua terhadap masyarakat sipil, terutama perempuan yang rentan menjadi korban. Selain menuntut penyelesaian konflik yang komprehensif, ia meminta pemerintah untuk memperkuat perlindungan terhadap warga sipil, terutama dalam akses layanan kesehatan, keamanan kawasan permukiman, dan bantuan kemanusiaan.

Perlindungan hak asasi manusia (HAM) harus menjadi prioritas utama dalam penanganan konflik di Papua agar setiap warga sipil dapat hidup dalam kedamaian dan tanpa rasa takut akan kekerasan.

Source link

Semua Berita

Maghrib Mengaji di Tembilahan Hulu: Polsek dan Mahasiswa KKN

Polsek Tembilahan Hulu Gelar Maghrib Mengaji untuk Anak-anak dan Remaja Polsek Tembilahan Hulu, Polres Indragiri Hilir, mengadakan kegiatan Maghrib Mengaji di Pondok Al-Insyirah pada Senin (20/7/2026) pukul 18.30 WIB. Kegiatan ini dipimpin oleh Kapolsek Tembilahan Hulu IPTU Andrianto, S.H., M.H.,...

Polsek Sungai Batang: Upaya Mendorong Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Masyarakat

Polsek Sungai Batang Mantap dalam Mendukung Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Masyarakat Di Indragiri Hilir, semangat untuk mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat terus digelorakan oleh jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Sungai Batang, Polres Indragiri Hilir. Pada Senin (20/07/2026), Polsek Sungai...

Nobar Final Piala Dunia 2026 Sabak Auh: Meriah dan Kondusif

Kegiatan Nobar Final Piala Dunia 2026 di Kabupaten Siak Pada Senin (20/7/2026) dini hari, Kepolisian Sektor (Polsek) Sabak Auh menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) Final Piala Dunia 2026 di Taman Datuk Syahbandar, Kampung Bandar Sungai, Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak....

Kategori Berita