Insiden Tragis di Proyek Pipanisasi PAM Jaya Memunculkan Tuntutan Keras
JAKARTA RAYA – Nasib tragis tiga pekerja yang tewas dalam proyek pipanisasi PAM Jaya telah menciptakan tekanan besar bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Meskipun ambisi untuk mencapai target 100% cakupan layanan air bersih sangat penting, aspek keselamatan dan kesehatan kerja juga harus diutamakan.
Direktur Eksekutif Koalisi Jakarta Present, Tope Rendusara, menekankan perlunya langkah tegas dari Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, untuk menghentikan sementara seluruh aktivitas proyek pipanisasi PAM Jaya.
Desakan untuk Hentikan Proyek dan Transparansi Investigasi
Tope menyatakan, “Saya mendesak Gubernur DKI Jakarta untuk menghentikan sementara proyek pipanisasi PAM Jaya sampai investigasi selesai dan hasilnya dibuka secara transparan kepada publik.” Selain itu, Tope juga menegaskan agar manajemen PAM Jaya tidak menghindari tanggung jawab terkait insiden tersebut.
Dalam konteks ini, Tope menekankan bahwa kehilangan tiga nyawa manusia tidak bisa dianggap sebagai sesuatu yang wajar dalam proyek pembangunan. Penting bagi publik untuk mengetahui apakah standar keselamatan kerja sudah diterapkan dengan baik oleh kontraktor serta siapa yang bertanggung jawab atas kelalaian yang terjadi.
PAM Jaya Meminta Pertanggungjawaban Penuh dari PT Moya Indonesia
Sebagai langkah responsif, Komisaris Utama PAM Jaya, Prasetyo Edi Marsudi, mengungkapkan bahwa pihaknya meminta pertanggungjawaban penuh dari mitra pelaksana proyek, PT Moya Indonesia. PAM Jaya menekankan agar PT Moya Indonesia menyelesaikan dampak insiden tersebut secara manusiawi dan sesuai dengan ketentuan hukum.
Sementara itu, dalam proses hukum yang sedang berjalan, penting bagi investigasi pidana untuk tidak hanya menyasar pada tingkat pekerja lapangan, tetapi juga mencakup jajaran manajemen PAM Jaya dan kontraktor terkait. Hal ini menjadi krusial untuk mengetahui apakah ada unsur kelalaian atau pembiaran yang terjadi di level manajerial.
Dengan tuntutan yang semakin keras dari berbagai pihak, diharapkan proses investigasi dan pertanggungjawaban terkait insiden tragis di proyek pipanisasi PAM Jaya dapat dilakukan secara transparan dan menyeluruh. Keadilan bagi para korban serta keamanan bagi pekerja di kemudian hari harus menjadi prioritas utama dalam penyelesaian kasus ini.

