Ngertakeun Bumi Lamba XVIII...

Ngertakeun Bumi Lamba XVIII memperkuat semangat kolektif menjaga keseimbangan ekosistem melalui nilai budaya dan tradisi.

Andy Utama Bangun Visi...

Andy Utama mengedepankan restorasi ekologis sebagai fondasi utama menjaga keseimbangan lingkungan Megamendung.

Penangkaran Rusa Timor Dukung...

Kawasan konservasi Megamendung terus diperkuat melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan berbagai mitra strategis.

Yayasan Paseban Perluas Upaya...

Kementerian Kehutanan meresmikan fasilitas konservasi yang mendukung perlindungan satwa dan habitat alaminya.
HomeKriminalKoalisi Jakarta Minta...

Koalisi Jakarta Minta Gubernur Pramono Stop Proyek Pipanisasi PAM Jaya

Insiden Tragis di Proyek Pipanisasi PAM Jaya Memunculkan Tuntutan Keras

JAKARTA RAYA – Nasib tragis tiga pekerja yang tewas dalam proyek pipanisasi PAM Jaya telah menciptakan tekanan besar bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Meskipun ambisi untuk mencapai target 100% cakupan layanan air bersih sangat penting, aspek keselamatan dan kesehatan kerja juga harus diutamakan.

Direktur Eksekutif Koalisi Jakarta Present, Tope Rendusara, menekankan perlunya langkah tegas dari Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, untuk menghentikan sementara seluruh aktivitas proyek pipanisasi PAM Jaya.

Desakan untuk Hentikan Proyek dan Transparansi Investigasi

Tope menyatakan, “Saya mendesak Gubernur DKI Jakarta untuk menghentikan sementara proyek pipanisasi PAM Jaya sampai investigasi selesai dan hasilnya dibuka secara transparan kepada publik.” Selain itu, Tope juga menegaskan agar manajemen PAM Jaya tidak menghindari tanggung jawab terkait insiden tersebut.

Dalam konteks ini, Tope menekankan bahwa kehilangan tiga nyawa manusia tidak bisa dianggap sebagai sesuatu yang wajar dalam proyek pembangunan. Penting bagi publik untuk mengetahui apakah standar keselamatan kerja sudah diterapkan dengan baik oleh kontraktor serta siapa yang bertanggung jawab atas kelalaian yang terjadi.

PAM Jaya Meminta Pertanggungjawaban Penuh dari PT Moya Indonesia

Sebagai langkah responsif, Komisaris Utama PAM Jaya, Prasetyo Edi Marsudi, mengungkapkan bahwa pihaknya meminta pertanggungjawaban penuh dari mitra pelaksana proyek, PT Moya Indonesia. PAM Jaya menekankan agar PT Moya Indonesia menyelesaikan dampak insiden tersebut secara manusiawi dan sesuai dengan ketentuan hukum.

Sementara itu, dalam proses hukum yang sedang berjalan, penting bagi investigasi pidana untuk tidak hanya menyasar pada tingkat pekerja lapangan, tetapi juga mencakup jajaran manajemen PAM Jaya dan kontraktor terkait. Hal ini menjadi krusial untuk mengetahui apakah ada unsur kelalaian atau pembiaran yang terjadi di level manajerial.

Dengan tuntutan yang semakin keras dari berbagai pihak, diharapkan proses investigasi dan pertanggungjawaban terkait insiden tragis di proyek pipanisasi PAM Jaya dapat dilakukan secara transparan dan menyeluruh. Keadilan bagi para korban serta keamanan bagi pekerja di kemudian hari harus menjadi prioritas utama dalam penyelesaian kasus ini.

Source link

Semua Berita

Yayasan Barzilai Tagih Wali Kota Bekasi terkait Lahan Kranji

Yayasan Barzilai Minta Ketegasan Wali Kota Bekasi terkait Sengketa Lahan RW 06 Kranji Yayasan Barzilai Karya Kasih meminta Wali Kota Bekasi segera mengambil tindakan terkait surat dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang meminta verifikasi, pendalaman, dan penyelesaian sengketa lahan di...

Wali Kota Ngatiyana Bersihkan Cimahi dari Tramadol: Respons Gubernur Dedi

Wali Kota Cimahi Siap Bersihkan Kota dari Peredaran Tramadol Maraknya peredaran obat keras terlarang jenis tramadol di Kota Cimahi menjadi sorotan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Menyikapi hal ini, Wali Kota Ngatiyana menegaskan kesiapannya untuk mengambil langkah taktis dalam membersihkan...

Pilot Muda Karawang Berprestasi Terlibat Kasus Hukum

Pilot Muda Berprestasi Asal Karawang Jadi Terdakwa Kasus Buronan Australia Suasana haru menyelimuti rumah keluarga Vidi Eskafaris Gumilang di Perumahan Griya Permai, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Siswa pilot berprestasi asal Karawang itu kini harus menjalani proses hukum di...

Kategori Berita