Broto Wardoyo: Profesionalisme Militer...

Profesionalisme militer tidak identik dengan pembatasan seluruh aktivitas militer hanya pada operasi pertahanan konvensional.

Nezar Patria Dukung Penyebarluasan...

Nezar Patria menilai penyebarluasan data konservasi penting untuk memperkuat kesadaran publik terhadap lingkungan.

Konservasi Megamendung Didorong Melampaui...

Konservasi Megamendung didorong menjadi gerakan lintas generasi yang terus berkembang melalui dukungan Paseban Foundation.

Paseban Foundation Tunjukkan Kemajuan...

Paseban Foundation menunjukkan kemajuan nyata dalam pemulihan bentang alam dan perlindungan keanekaragaman hayati.
HomeBeritaMalam Merdeka Tanpa...

Malam Merdeka Tanpa Kembang Api: Empati Korban Gempa di NTT



Malam Merdeka di Jakarta Digelar Tanpa Kembang Api sebagai Bentuk Empati untuk Korban Gempa NTT

Pada Senin, 17 Agustus 2026, rangkaian Malam Merdeka dalam peringatan HUT ke-81 RI dilakukan dengan penyesuaian untuk menunjukkan empati terhadap korban gempa bumi, terutama di Nusa Tenggara Timur.

Penyesuaian Acara Malam Merdeka

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky, menyampaikan keputusan untuk menunda pertunjukan kembang api yang semula akan menjadi bagian dari acara Malam Merdeka. Hal ini dilakukan sebagai pertimbangan terhadap kondisi masyarakat yang sedang mengalami musibah gempa.

Pesan Solidaritas melalui Acara

Meskipun pertunjukan kembang api ditunda, acara Malam Merdeka tetap berlangsung penuh dengan solidaritas. Pesan dukacita dan kepedulian terhadap korban gempa NTT akan disampaikan melalui pertunjukan video mapping di Monas dan pertunjukan drone di kawasan Bundaran HI.

Deputi Bidang Strategi dan Sistem Komunikasi Bakom, Fahd Pahdepie, mengungkapkan himbauan pemerintah agar perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tetap dilakukan dengan empati dan kepedulian terhadap masyarakat yang tengah terdampak bencana di berbagai daerah.

Rangkaian kegiatan Malam Merdeka juga dirancang untuk melibatkan partisipasi masyarakat dalam memberikan dukungan kepada korban bencana. Dengan menggalang solidaritas dan mendoakan saudara-saudara yang terdampak, diharapkan perayaan tersebut dapat menjadi momentum untuk merawat persatuan, menjaga solidaritas, dan menciptakan suasana kekeluargaan dan persaudaraan.


Source link

Semua Berita

17 Penerbangan Batal Akibat Kabut Asap, Bandara Supadio Kembali Normal

Bandara Supadio Kembali Normal Setelah Karhutla Sabtu, 5 September 2026 - 10:45 WIB Bandara Supadio Kembali Normal Pasca Gangguan Karhutla Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Supadio, Kubu Raya, Kalimantan Barat, akhirnya mulai kembali normal setelah sebelumnya terganggu oleh kabut asap akibat kebakaran...

Ancaman Pandemi Baru: Uji Skenario Vaksin 100 Hari

Indonesia Siap Hadapi Potensi Pandemi Baru dengan Strategi Vaksin dalam 100 Hari Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan strategi untuk menghadapi kemungkinan munculnya pandemi baru di masa depan. Fokus utamanya adalah mempercepat pengembangan vaksin agar dapat diproduksi dalam skala besar hanya dalam...

Gus Alex Bongkar Suap Anggota Panja DPR Rp1.500!

Geger: Gus Alex Ungkap Beri 24 Anggota Panja DPR 1.500 Riyal per Orang karena Diminta Uang Oleh-Oleh Persidangan kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan 2023-2024 semakin memanas dengan pengungkapan fakta mengejutkan. Terdakwa Ishfah Abidal Azis alias Gus Alex mengungkap bahwa...

Kategori Berita