Pusat Data dan Sistem...

Pusat data kini menjadi bagian dari infrastruktur strategis yang perlu dilindungi dalam sistem pertahanan negara.

Broto Wardoyo: Profesionalisme Militer...

Profesionalisme militer tidak identik dengan pembatasan seluruh aktivitas militer hanya pada operasi pertahanan konvensional.

Nezar Patria Dukung Penyebarluasan...

Nezar Patria menilai penyebarluasan data konservasi penting untuk memperkuat kesadaran publik terhadap lingkungan.

Konservasi Megamendung Didorong Melampaui...

Konservasi Megamendung didorong menjadi gerakan lintas generasi yang terus berkembang melalui dukungan Paseban Foundation.
HomeBeritaSiswa SMA Aceh...

Siswa SMA Aceh Terbaring di Rumah Sakit: Diduga Dikeroyok Pelajar






Investigasi Polisi Terkait Dugaan Penganiayaan Pelajar SMA di Aceh

Investigasi Polisi Terkait Dugaan Penganiayaan Pelajar SMA di Aceh

Peristiwa di Kabupaten Bener Meriah

Pada Sabtu, 22 Agustus 2026, sebuah video dugaan penganiayaan terhadap seorang pelajar SMA berusia 16 tahun di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, menjadi viral di media sosial. Kejadian ini terjadi di kawasan Kampung Burni Telong, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah. Polres Bener Meriah segera mengambil langkah untuk menyelidiki kasus tersebut.

Langkah Polres Bener Meriah

Kapolres Bener Meriah, Ajun Komisaris Besar Polisi Aris Cai Dwi Susanto memastikan bahwa laporan dan informasi terkait kasus dugaan penganiayaan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian setempat. Satreskrim Polres Bener Meriah sedang aktif melakukan penyelidikan untuk mengungkap kebenaran di balik peristiwa ini. Polisi juga telah meminta keterangan dari berbagai pihak serta mengamankan data dan informasi yang relevan.

Keterangan Awal dan Perawatan Korban

Berdasarkan keterangan awal dari saksi, korban diduga mengalami kekerasan fisik setelah terlibat dalam perselisihan dengan sejumlah pelajar lainnya. Rekaman dugaan penganiayaan ini menarik perhatian masyarakat setelah menyebar di media sosial. Saat ini, korban masih dirawat di RS Datu Beru Takengon dan polisi akan menunggu keadaan kesehatannya membaik sebelum melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Polisi memastikan bahwa kasus yang melibatkan anak akan ditangani dengan serius dan menyeluruh. Perlindungan terhadap anak menjadi prioritas utama dalam penanganan perkara ini. Polres Bener Meriah juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan identitas korban maupun rekaman kejadian, untuk menghindari potensi dampak negatif terhadap kondisi korban.

Proses penyelidikan masih terus berlangsung. Polisi akan menentukan langkah hukum berikutnya setelah semua informasi terkumpul dan kondisi korban stabil. Tindakan hukum akan diambil sesuai dengan peraturan yang berlaku, dengan tetap memperhatikan kepentingan perlindungan dan keamanan masyarakat.

Source link

Semua Berita

Pengedar Ganja Ditangkap di Biak Papua, Polisi Sita 1 Kg

Dua Pengedar Ganja Ditangkap di Pelabuhan Biak dengan 1 Kg Barang Bukti Pada Sabtu, 12 September 2026, Kapolres Biak Numfor AKBP Arjuna Wijaya mengumumkan penangkapan dua orang yang diduga sebagai penyelundup dan pengedar ganja di Pelabuhan Biak. Kedua tersangka tersebut...

Pusat Data dan Sistem Pembayaran Kini Menjadi Bagian dari Ketahanan Pertahanan

Pusat data kini menjadi bagian dari infrastruktur strategis yang perlu dilindungi dalam sistem pertahanan negara.

Wapres Gibran Minta Maaf: Jenguk Korban Keracunan MBG Karo

Wapres Gibran Raka Jenguk Siswa Korban Keracunan MBG di Karo Wapres Gibran Raka Jenguk Korban Keracunan MBG di Karo, Sumatra Utara Pada Jumat, 11 September 2026, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka mengunjungi siswa yang menjadi korban keracunan Makan Bergizi Gratis...

Kategori Berita