BNPB Laporkan Korban Meninggal Akibat Gempa NTT Meningkat Menjadi 91 Orang
Jakarta, VIVA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa korban jiwa akibat gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah, dengan data terbaru mencatat sudah 91 orang meninggal dunia. Jumlah ini meningkat 4 orang dari laporan sebelumnya.
Penyebaran Korban Meninggal
Pada tujuh kabupaten/kota yang terdampak, Manggarai menjadi wilayah dengan jumlah korban terbanyak, yakni 32 orang, diikuti oleh Manggarai Timur dengan 31 orang, Nagekeo sebanyak 14 korban meninggal, Sikka enam orang, Ngada lima orang, Ende dua orang, dan Manggarai Barat satu orang. Data yang dicatat oleh BNPB juga menunjukkan bahwa dari total korban, 40 orang merupakan laki-laki dan 48 orang perempuan, sementara tiga korban lainnya masih dalam proses identifikasi.
Kondisi Pasca Gempa
Tak hanya menelan korban jiwa, gempa juga menyebabkan luka pada banyak warga, dengan total 1.286 orang terluka. Korban meninggal didominasi oleh lansia, dan BNPB juga mengungkapkan bahwa lebih dari separuh korban meninggal karena dampak langsung gempa, seperti tertimpa bangunan yang roboh, sementara sisanya meninggal akibat dampak tidak langsung.
Saat ini, aktivitas seismik masih terjadi dan ribuan gempa susulan telah mengguncang wilayah NTT sejak gempa utama terjadi. BNPB memperkirakan bahwa rangkaian gempa susulan dapat berlangsung beberapa pekan ke depan, sehingga situasi belum sepenuhnya aman. Pola temporal gempa susulan juga menunjukkan kompleksitas yang belum sederhana, dengan perkiraan bahwa aktivitas ini masih akan berlangsung selama 3-4 minggu setelah gempa utama.

