Broto Wardoyo: Profesionalisme Militer...

Profesionalisme militer tidak identik dengan pembatasan seluruh aktivitas militer hanya pada operasi pertahanan konvensional.

Nezar Patria Dukung Penyebarluasan...

Nezar Patria menilai penyebarluasan data konservasi penting untuk memperkuat kesadaran publik terhadap lingkungan.

Konservasi Megamendung Didorong Melampaui...

Konservasi Megamendung didorong menjadi gerakan lintas generasi yang terus berkembang melalui dukungan Paseban Foundation.

Paseban Foundation Tunjukkan Kemajuan...

Paseban Foundation menunjukkan kemajuan nyata dalam pemulihan bentang alam dan perlindungan keanekaragaman hayati.
HomePolitikSpesifikasi KRI Gajah...

Spesifikasi KRI Gajah Mada: Kapal Induk Baru TNI AL dari Italia

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Akan Menjadi KRI Gajah Mada

Jakarta – Kapal induk Giuseppe Garibaldi mulai berlayar dari Italia menuju Indonesia dan dijadwalkan menjadi kapal induk pertama yang dimiliki TNI Angkatan Laut. Kapal tersebut diperkirakan akan tiba di Indonesia sekitar pertengahan September setelah menempuh perjalanan melalui Terusan Suez dan Laut Merah lebih dari 20 hari dengan pengawalan fregat Italia.

Spesifikasi Kapal Induk KRI Gajah Mada

Giuseppe Garibaldi, yang dibangun di Italia, memiliki panjang 180,2 meter, lebar 23,4 meter (garis air) dan 30,4 meter (dek penerbangan), serta panjang dek penerbangan 173,8 meter. Dengan bobot sekitar 13.850 ton, kapal ini memiliki kedalaman mencapai 6,7 meter.

Giuseppe Garibaldi menggunakan sistem COGAG (Combined Gas and Gas) dengan empat turbin gas FIAT/GE LM-2500 yang menghasilkan daya sekitar 60.400 kilowatt, memungkinkan kapal mencapai kecepatan maksimum 30 knot dengan jangkauan sekitar 7.000 mil laut.

Kemampuan dan Peralatan Kapal

Kapal ini dapat membawa hingga 18-20 pesawat dalam konfigurasi tertentu, termasuk helikopter seperti EH101, SH90A, AB212, dan pesawat tempur taktis STOVL AV-8B Plus Harrier II. Selain itu, Giuseppe Garibaldi dilengkapi dengan peluncur rudal antipesawat Aspide dan tiga sistem senjata DARDO dengan meriam Breda 40/70.

Dengan kapasitas awak hingga 825 personel, Giuseppe Garibaldi juga memiliki kemampuan operasional komando dan pengendalian dalam operasi angkatan laut maupun udara. Kapal ini bukan hanya sebagai pengangkut pesawat, tetapi juga memiliki sistem pertahanan dan persenjataan yang canggih.

Setelah tiba di Indonesia, kapal tersebut akan berganti nama menjadi KRI Gajah Mada dan menggunakan bendera Indonesia. Proses pengukuhan kapal ini dijadwalkan pada 25 September 2026 dengan penyiapan pangkalan kapal induk di Lampung untuk menyambut kedatangannya.

KRI Gajah Mada direncanakan akan berparade dalam peringatan HUT ke-81 TNI pada Oktober 2026 dan digunakan untuk kegiatan VVIP. Dengan spesifikasi yang mewah dan kemampuan unggul, Giuseppe Garibaldi akan menjadi salah satu kapal terbesar dalam armada TNI Angkatan Laut.

Source link

Semua Berita

Panduan lengkap IKD dan cara membuatnya

Apa Itu Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan Bagaimana Cara Membuatnya? Identitas Kependudukan Digital atau IKD telah menjadi bagian penting dari transformasi administrasi kependudukan di Indonesia. Layanan ini memungkinkan akses identitas kependudukan secara digital melalui telepon seluler. Berikut penjelasan lebih lanjut...

Mengenal Sayuti Melik: Pengetik Teks Proklamasi

Sayuti Melik: Sosok di Balik Pengetik Teks Proklamasi Sayuti Melik, tokoh penting dalam sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, lahir di Sleman, Yogyakarta, pada 22 November 1908. Aktif dalam kegiatan politik dan jurnalistik sejak muda, Sayuti Melik dikenal sebagai aktivis nasionalis yang...

Formasi 17-8-45 Paskibraka: Makna dan Sejarahnya

Formasi 17-8-45 dalam Tradisi Paskibraka: Sejarah dan Maknanya Jakarta (ANTARA) - Formasi 17-8-45 menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) pada upacara peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia. Formasi tersebut bukan sekadar susunan barisan, tetapi memiliki keterkaitan dengan...

Kategori Berita