Pusat Data dan Sistem...

Pusat data kini menjadi bagian dari infrastruktur strategis yang perlu dilindungi dalam sistem pertahanan negara.

Broto Wardoyo: Profesionalisme Militer...

Profesionalisme militer tidak identik dengan pembatasan seluruh aktivitas militer hanya pada operasi pertahanan konvensional.

Nezar Patria Dukung Penyebarluasan...

Nezar Patria menilai penyebarluasan data konservasi penting untuk memperkuat kesadaran publik terhadap lingkungan.

Konservasi Megamendung Didorong Melampaui...

Konservasi Megamendung didorong menjadi gerakan lintas generasi yang terus berkembang melalui dukungan Paseban Foundation.
HomeBeritaMomen Akrab Prabowo...

Momen Akrab Prabowo dengan Putin dan Xi Jinping di KTT BRICS

Presiden RI Prabowo Subianto bertemu dan berbincang dengan tiga pemimpin negara di sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18 di New Delhi, India, Sabtu, 12 September 2026. Percakapan itu melibatkan Perdana Menteri India Narendra Modi, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Presiden Tiongkok Xi Jinping.

Interaksi tersebut berlangsung di Bharat Mandapam menjelang dimulainya sesi pembukaan KTT. Pertemuan singkat di luar agenda formal itu berlangsung dalam suasana akrab dan bersahabat.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya membagikan momen pertemuan tersebut melalui keterangan tertulis. “Keempat pemimpin tampak berbincang dalam suasana hangat dan bersahabat sebelum sesi pembukaan dimulai,” tulis Teddy.

Percakapan sebelum pembukaan KTT

Dalam rangkaian pertemuan itu, Prabowo awalnya terlihat berada bersama Putin. Modi dan Xi kemudian bergabung dalam percakapan tersebut. Keempatnya melanjutkan perbincangan sebelum memasuki sesi resmi KTT BRICS.

Pertemuan menjelang pembukaan forum multilateral memberi ruang bagi para pemimpin untuk membangun komunikasi secara langsung di luar rangkaian sidang. Momen itu juga menjadi bagian dari diplomasi personal yang mewarnai kehadiran Prabowo dalam KTT BRICS ke-18.

India, Rusia, dan Tiongkok merupakan sejumlah mitra strategis Indonesia, baik di tingkat kawasan maupun global. Percakapan Prabowo dengan para pemimpin ketiga negara tersebut mencerminkan komunikasi yang terjalin di tengah agenda pertemuan internasional di New Delhi.

Kehadiran Prabowo dalam forum itu menjadi bagian dari komitmen Indonesia untuk tetap aktif dalam berbagai forum internasional. Indonesia juga berupaya memperluas kemitraan dengan negara-negara sahabat melalui pertemuan formal maupun interaksi antarpemimpin di sela kegiatan.

Arah hubungan luar negeri Indonesia

Dalam berbagai kesempatan, Prabowo menekankan pentingnya hubungan luar negeri yang terbuka. Kerja sama dengan berbagai pihak, menurut sikap yang selama ini disampaikannya, perlu dibangun berdasarkan prinsip saling menghormati dan saling menguntungkan.

Pendekatan tersebut menjadi konteks keikutsertaan Indonesia dalam KTT BRICS 2026. Selain mengikuti pembahasan resmi, kehadiran kepala negara membuka kesempatan untuk menjaga hubungan baik dan memperkuat komunikasi dengan para pemimpin negara lain.

Suasana menjelang pembukaan KTT di Bharat Mandapam memperlihatkan hubungan baik Indonesia dengan India sebagai tuan rumah, serta dengan Rusia dan Tiongkok. Interaksi Prabowo bersama Modi, Putin, dan Xi berlangsung singkat sebelum keempat pemimpin mengikuti sesi pembukaan konferensi.

KTT BRICS 2026 kemudian menghasilkan Deklarasi New Delhi. Dokumen tersebut disepakati sebagai arah bersama untuk menerjemahkan berbagai komitmen ke dalam langkah dan hasil nyata. Rangkaian forum itu menjadi bagian dari upaya Indonesia mempertahankan peran aktif di tingkat internasional sekaligus membangun kemitraan berdasarkan kepentingan bersama.

Source link

Semua Berita

KPK Diam-diam Tetapkan 8 Tersangka Korupsi Jalan Sumut

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan delapan tersangka baru dalam pengembangan perkara dugaan korupsi proyek pembangunan jalan di Sumatra Utara. Penetapan itu dilakukan pada September 2026, tetapi lembaga antirasuah belum mengungkap identitas para tersangka kepada publik. Juru Bicara KPK Budi...

Biaya Haji 2027 Rp98,4 Juta, Jemaah Bayar Rp54,6 Juta

Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1448 Hijriah atau 2027 Masehi ditetapkan rata-rata sebesar Rp98.466.351,35 per jemaah. Namun, jemaah tidak menanggung seluruh biaya tersebut secara langsung karena sebagian pembiayaan berasal dari nilai manfaat pengelolaan keuangan haji. Kesepakatan itu diambil dalam rapat...

**5 Perwira Marinir Terpilih Pimpin Satuan Baru Bentukan Prabowo**

Lima perwira Korps Marinir TNI Angkatan Laut ditunjuk untuk memimpin lima satuan baru yang dibentuk setelah Presiden Prabowo Subianto meresmikan 204 satuan TNI dalam upacara HUT ke-81 TNI. Penunjukan itu mencakup satu Brigade Infanteri Marinir dan empat Batalyon Infanteri...

Kategori Berita