Kebakaran yang menjalar ke Jemplang di kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, telah dipadamkan setelah petugas gabungan melakukan penanganan sejak Sabtu malam, 12 September 2026. Sekitar 50 personel dikerahkan untuk menjangkau titik-titik api, termasuk area yang tidak dapat dilalui kendaraan pemadam.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Purwoto, memastikan pada Minggu, 13 September 2026, bahwa kobaran api di wilayah administrasi Kabupaten Malang tersebut sudah tidak menyala.
“Sudah (padam),” kata Purwoto di Malang, Minggu.
Api menjalar dari Sabana Pengol
Menurut Purwoto, kebakaran di Jemplang merupakan dampak dari api yang menjalar dari arah Sabana Pengol. Embusan angin kencang di kawasan Bromo pada Sabtu sore mendorong penyebaran api hingga memasuki wilayah Jemplang.
BPBD Kabupaten Malang mulai terlibat dalam operasi pemadaman pada Sabtu malam setelah menerima laporan dari tim yang berada di lokasi. Personel BPBD kemudian mendatangi kawasan terdampak dan bergabung dengan unsur lain untuk menangani kebakaran.
Operasi tersebut melibatkan sekitar 50 petugas gabungan. Mereka harus berjalan kaki menuju sejumlah titik karena kondisi medan membuat kendaraan pemadam tidak bisa mencapai seluruh area. Peralatan yang digunakan antara lain gepyok atau alat pemukul api serta jet shooter.
Sejumlah armada tangki air juga digerakkan ke Jemplang pada malam hari. Armada itu terdiri atas satu unit milik Pemadam Kebakaran Kota Malang, empat unit dari Pemadam Kebakaran Kabupaten Malang, satu unit kepolisian, dua unit dari Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), dan satu unit BPBD.
“Pada malam hari ada tangki air dari Damkar Kota Malang satu unit, Damkar Kabupaten Malang empat unit, polisi satu unit, Balai Besar TNBTS dua unit, dan BPBD satu unit, semuanya bergerak ke sini (Jemplang),” ujar Purwoto.
Petugas dibagi ke tiga jalur
Setelah seluruh unsur berkumpul, petugas mengatur operasi pemadaman dengan membagi tim ke tiga jalur di sekitar Jemplang. Ketiga arah tersebut adalah Ranupani, Watu Gede, dan Jarak Ijo. Pembagian personel dilakukan agar area di tepi jalan yang masih dapat dijangkau bisa segera ditangani pada malam hari.
“Begitu sudah berkumpul kami langsung mengatur untuk operasi pemadaman saat malam hari, dari pengaturan yang dilakukan itu membuat daerah yang berada di tepi jalan bisa dijangkau,” katanya.
Purwoto menyebut jarak antara lokasi kebakaran di Jemplang dan permukiman warga di Ngadas masih cukup jauh. Area terdekat yang perlu mendapat perlindungan adalah Bromo Hillside dan beberapa warung di sekitarnya.
Petugas telah membuat sekat bakar untuk mencegah api mencapai bangunan-bangunan tersebut. Sementara itu, arah menuju perkampungan juga terdapat lahan pertanian kentang yang dinilai menghambat penjalaran api melalui permukaan tanah.
“Yang terdekat hanya (Bromo) Hillside dan beberapa warung yang butuh disekat tapi sudah dibuat sekat bakar di sekitar area. Lalu, untuk ke pemukiman jauh apalagi di sana ada tegalan kentang, api tidak mungkin merambat lewat tanah,” ujar Purwoto.

