Pusat Data dan Sistem...

Pusat data kini menjadi bagian dari infrastruktur strategis yang perlu dilindungi dalam sistem pertahanan negara.

Broto Wardoyo: Profesionalisme Militer...

Profesionalisme militer tidak identik dengan pembatasan seluruh aktivitas militer hanya pada operasi pertahanan konvensional.

Nezar Patria Dukung Penyebarluasan...

Nezar Patria menilai penyebarluasan data konservasi penting untuk memperkuat kesadaran publik terhadap lingkungan.

Konservasi Megamendung Didorong Melampaui...

Konservasi Megamendung didorong menjadi gerakan lintas generasi yang terus berkembang melalui dukungan Paseban Foundation.
HomeBeritaBangsa Lemah Akan...

Bangsa Lemah Akan Diinjak Bangsa Lain: Saatnya Bangkit

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan masyarakat Indonesia agar tidak mengabaikan pentingnya kekuatan bangsa. Menurut dia, negara yang tidak memiliki kekuatan berisiko diperlakukan semena-mena oleh bangsa lain, sebagaimana pelajaran yang dapat diambil dari sejarah penjajahan Indonesia.

Pesan itu disampaikan Prabowo dalam sambutannya pada acara kesyukuran 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu, 19 September 2026.

Belajar dari sejarah

Prabowo mengatakan Indonesia perlu membangun masa depan dengan tetap menjadikan sejarah sebagai bahan pembelajaran. Ia menilai, upaya membangun bangsa tidak cukup hanya dengan membicarakan cita-cita atau kebesaran, tetapi juga harus disertai keberanian untuk memahami kelemahan yang dimiliki.

“Karena bangsa yang tidak kuat, bangsa itu akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa lain. Kita harus belajar dari sejarah. Tadi dikatakan, ya, kita ingin membangun sejarah, tapi kita harus belajar dari sejarah,” kata Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Kepala Negara juga meminta para pemimpin negara dan masyarakat mengedepankan kejujuran terhadap diri sendiri. Ia mengakui bahwa setiap manusia memiliki kelemahan, tetapi kelemahan tersebut harus dihadapi secara terbuka agar dapat diperbaiki.

“Kita harus berani melihat kelemahan-kelemahan kita. Gampang untuk kita bicara dengan hebat. Sulit untuk kita melihat kekurangan-kekurangan kita sendiri, kelemahan-kelemahan kita sendiri,” ujar dia.

Meminta ulama membangun keberanian

Prabowo menegaskan dirinya tidak ingin Indonesia kembali dijajah oleh bangsa lain. Karena itu, ia berharap para ustaz dan ulama ikut membangkitkan keberanian generasi penerus untuk mengenali kekurangan bangsa, belajar dari pengalaman, serta memperkuat diri.

Menurut Prabowo, keberanian untuk mengakui kelemahan bukan hal yang mudah. Namun, sikap tersebut diperlukan agar Indonesia tidak mengulangi kesalahan yang sama dan dapat membangun kekuatan secara lebih sadar.

“Saya berharap, dari ustadz-ustadz, dari ulama-ulama, untuk bisa membangunkan keberanian untuk belajar dari kelemahan-kelemahan kita sendiri, kekurangan-kekurangan kita sendiri,” kata Prabowo.

Ia menyebut proses mengakui kekurangan sebagai sesuatu yang pahit, tetapi tetap harus dilakukan. Prabowo kemudian menegaskan tekad agar Indonesia tidak kembali berada di bawah penjajahan siapa pun.

“Ini pahit, tapi kita harus berani mengakui dan kita harus belajar dari situ. Dan kita harus bertekad, jangan sekali-sekali kita akan dijajah kembali oleh siapa pun. Kita harus kuat,” imbuhnya.

Source link

Semua Berita

KPK Diam-diam Tetapkan 8 Tersangka Korupsi Jalan Sumut

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan delapan tersangka baru dalam pengembangan perkara dugaan korupsi proyek pembangunan jalan di Sumatra Utara. Penetapan itu dilakukan pada September 2026, tetapi lembaga antirasuah belum mengungkap identitas para tersangka kepada publik. Juru Bicara KPK Budi...

Biaya Haji 2027 Rp98,4 Juta, Jemaah Bayar Rp54,6 Juta

Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1448 Hijriah atau 2027 Masehi ditetapkan rata-rata sebesar Rp98.466.351,35 per jemaah. Namun, jemaah tidak menanggung seluruh biaya tersebut secara langsung karena sebagian pembiayaan berasal dari nilai manfaat pengelolaan keuangan haji. Kesepakatan itu diambil dalam rapat...

**5 Perwira Marinir Terpilih Pimpin Satuan Baru Bentukan Prabowo**

Lima perwira Korps Marinir TNI Angkatan Laut ditunjuk untuk memimpin lima satuan baru yang dibentuk setelah Presiden Prabowo Subianto meresmikan 204 satuan TNI dalam upacara HUT ke-81 TNI. Penunjukan itu mencakup satu Brigade Infanteri Marinir dan empat Batalyon Infanteri...

Kategori Berita