Upaya menyelamatkan hiu bintang raksasa yang terdampar di pesisir Gampong Lama Tuha, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya, berakhir dengan kematian satwa tersebut. Hiu yang diperkirakan berbobot hingga tiga ton itu tidak berhasil dikembalikan ke laut meski puluhan nelayan dan tim gabungan telah berusaha mendorong tubuhnya sejak Jumat, 25 September 2026.
Panglima Laot Aceh Barat Daya Teuku Indra Kusuma mengatakan sekitar 30 orang dikerahkan dalam proses penyelamatan. Namun, ukuran dan berat tubuh hiu membuat upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
“Memang sudah sangat lemah. 30 orang sudah diturunkan untuk mendorong ke laut sejak kemarin, tapi tidak mampu, akhirnya mati,” kata Teuku Indra saat dihubungi dari Banda Aceh, Sabtu, 26 September 2026.
Terjebak di lumpur saat air laut surut
Hiu tersebut ditemukan terdampar pada Jumat pagi. Pada awalnya, satwa laut itu sempat diberitakan sebagai paus sebelum kemudian diidentifikasi sebagai hiu bintang raksasa.
Puluhan nelayan bersama tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Aceh Barat Daya dan SAR berupaya menggeser tubuh hiu menuju perairan. Akan tetapi, kondisi pantai menyulitkan proses tersebut. Air laut yang surut drastis membuat tubuh hiu terjebak di lumpur, sehingga satwa itu tidak dapat kembali bergerak ke laut.
Kepala BPBK Aceh Barat Daya Muhsin sebelumnya mengatakan penyelamatan telah dilakukan semaksimal mungkin sejak Jumat pagi. Tim bersama masyarakat nelayan terus berupaya menangani hiu tersebut, tetapi kondisi tubuh yang sangat besar dan berat menjadi kendala utama.
Setelah upaya pengembalian ke laut gagal, hiu itu akhirnya mati di sekitar lokasi terdampar. Kondisinya sebelumnya disebut sudah sangat lemah dan kemudian kehabisan napas karena terjebak di lumpur pantai.
Bangkai masih berada di lokasi
Hingga Sabtu, 26 September 2026, bangkai hiu masih berada di sekitar tempat pertama kali ditemukan. Penanganan bangkai belum dapat dilakukan karena ukuran tubuh satwa dan kendala teknis di lokasi menjadi persoalan tersendiri.
Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh belum memberikan keterangan mengenai langkah penanganan selanjutnya. BKSDA Aceh disebut telah dihubungi sejak Jumat untuk dimintai informasi terkait satwa laut tersebut, tetapi belum menyampaikan penjelasan hingga berita ini diturunkan.

